JAKARTA - Depkominfo mengiyakan bahwa "serangan" bertubi-tubi dari para cracker adalah karena adanya rencana pemerintah untuk memblokir situs porno di dunia maya. Depkominfo mengatakan bahwa kebobolan untuk kedua kalinya ini harusnya dapat dimaklumi.
Menurut Depkominfo, "serangan" gencar yang ditujukan ke Depkominfo berasal dari oknum-oknum yang tidak menyetujui keberadaan aturan yang meminimalisir akses situs porno. "Ya, sebenarnya itu sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Wong kemarin sebelum ada isu tentang ini gak ada apa-apa. Masyarakat bisa membuat opini dan bikin kesimpulan sendiri toh," ujar Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Media Depkominfo Sukemi kepada okezone, Selasa (1/4/2008).
Sukemi juga mengatakan bahwa bobolnya situs depkominfo dan situs ditjenpostel seharusnya bisa dimaklumi. "Kita terus mengevaluasi pengamanan jaringan situs kita. Kalau berbicara situs depkominfo yang dicrack sampai dua kali, itu sama halnya dengan penyakit. diagnosa kan bisa saja salah. Dengan ujian kedua ini, kami coba tinjau ulang celah-celah yang digunakan oleh pelaku untuk menembus situs kami," tuturnya.
"Yang jelas, saya tidak bisa menjamin 100 persen situs kominfo tidak akan dicrack lagi setelah ini. Namanya juga bikinan manusia, pasti ada cacatnya," pungkas Sukemi. (mbs)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com