Telecommunication


Telkom-Indosat Sepakati Service Charge SLJJ Rp945/ Menit

Jum'at, 4 April 2008 - 19:09 wib
text TEXT SIZE :  
Muhammad Chandrataruna - Okezone

JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan Indosat telah mencapai kesepakatan interim Business to Business (B2B) terkait kebijakan pembukaan kode akses SLJJ di kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kesepakatan yang berlaku interim hingga akhir tahun ini, menurut Basuki Yusuf Iskandar, bisa berubah. Namun, apabila tidak ada perubahan angka, maka angka tersebut dinyatakan kesepakatan baru tetap.

Kesepakatan yang disambut oleh kedua belah pihak ini tercapai setelah pemerintah turun tangan menjadi mediator dalam negosiasi bisnis kedua operator selular tersebut selama dua hari ini. Pemerintah berhasil menengahi perbedaan tentang service charge yang meliputi komponen tagihan dan collection fee. Hasil kesepakatan sementara adalah digunakannya angka Rp 945 per menit untuk service charge, yang sebelumnya Rp 1.200 per menit seperti diminta Telkom.

"Untuk sementara kedua belah pihak sepakat menggunakan angka yang ditawarkan pemerintah. Namun, jika dalam negosiasi lanjutan ada perubahan angka, akan digunakan hasil kesepakatan yang baru itu," ujar Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar, di kantornya, Jumat (4/4/2008).

Masalah yang sempat muncul paling complicated dan dominan dari pembahasan B2B dari kedua penyelenggara telekomunikasi ini, seperti dilansir siaran pers Depkominfo, adalah masalah komponen hitung-hitungan di antara kedua pihak berdasarkan persepsi masing-masing pihak yang diterminologikan sebagai service charge.

Seperti telah dikemukakan beberapa waktu lalu, kesepakatan Business to Business (B2B) antara Telkom dengan penyelenggara SLJJ lain merupakan faktor penting terlaksananya implementasi Kode Akses SLJJ. Secara normatif kesepakatan ini harus dicapai dulu, karena menyangkut pemanfaatan sumberdaya antar operator di luar dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan/regulasi.

"Sepanjang dua hal tadi, kesiapan di sisi teknis dan B2B, tidak ada masalah, pembukaan kode akses SLJJ di Balikpapan dapat berjalan sesuai jadwal," ujar Eddy Kurnia. (srn)