JAKARTA ? Seiring dirilisnya beberapa handycam format High-Definition terbaru berbasis HDD dan DVD, Sony Indonesia sebagai pemimpin pasar camcorder nomor satu, optimistis mampu menguasai 50 persen market share untuk camcorder HDD dan DVD.
"Di Indonesia, market share Sony Indonesia untuk DVD format Standard Definition sekira 60 persen. Namun, saat ini demand pasar perlahan-lahan mulai bergeser ke DVD dan HDD. Sementara ini, kami masih leading. Untuk tahun ini, kami yakin bisa menembus 50 persen market share untuk HDD dan DVD," jelas Product Marketing PT Sony Indonesia Febri usai konferensi pers Sony di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Di pasar global, berdasarkan pengamatan Febri, persentase penjualan handycam Hard-Disk Drive atau HDD mengindikasikan potensi yang cukup besar di masa yang akan datang. ?Untuk pasar handycam dengan HDD, trendnya terus meningkat. Tahun lalu saja, HDD menguasai 9,51 persen pangsa pasar,? ujar Febri.
Menurut Febri, trend tersebut juga berkembang di Indonesia. Pasar global menjadi parameter utama Sony untuk memprediksi potensi pasar camcorder tanah air.
"Dunia saat ini sedang berpindah dari SD ke HD. Pengguna membutuhkan kualitas gambar lebih baik dan hasil yang lebih memuaskan. Begitu pula dengan memori, dimana saat ini tape sudah mulai ditinggalkan. Orang-orang kini beralih ke DVD dan HDD yang notabene berbasis digital. Oleh karena itu, kami selalu berusaha untuk tetap menjadi yang terdepan dengan menjawab kebutuhan para konsumer tersebut," ujarnya.
Sony, yang sudah mengembangkan camcorder sejak 23 tahun yang lalu, menurut Febri, telah berhasil menjual kurang lebih 70 juga unit camcorder secara global. ?Sampai hari ini, sekira 70 juta camcoder milik Sony sudah laku di pasar global sejak 1985,? tuturnya. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad