o1 o2

Techno - Computer & IT


Blogger: Bukannya Cari Solusi Malah Bikin Statement Menyesatkan

Rabu, 16 April 2008 - 17:01 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Sarie - Okezone
Button ini menjadi simbol ketidaksetujuan blogger atas pernyataan-pernyataan Roy Suryo yang dianggap tidak berdasar

JAKARTA - Tuduhan blogger memiliki korelasi dengan hacker dan cracker yang diungkapkan Roy Suryo ditanggapi dingin oleh salah satu blogger, Riyogarta. Bahkan Riyo berpendapat bahwa Depkominfo juga memiliki andil untuk bertanggung jawab.

"Saya kira Depkominfo dalam hal ini juga turut bertanggung jawab, yakni membuat Roy Suryo berburuk sangka kepada blogger dan hacker akibat ulah oknum jahil yang membawa nama dirinya," ujar Riyo kepada Okezone, Rabu (16/4/2008).

Menurut Riyo, Depkominfo tidak pernah mau mengupdate keamanan situsnya padahal mereka (para hacker) sudah memberitahukan kelemahan ini kepada Depkominfo. Ini artinya, sang admin yang mengelola situs tersebut memiliki tanggung jawab cukup besar.

Akibatnya, aksi diam Depkominfo ini membuat blogger selalu menjadi korban tuduhan-tuduhan Roy Suryo yang tidak berdasar padahal sudah jelas bahwa blogger memiliki arti yang jauh berbeda dengan hacker apalagi cracker.

"Padahal pak menteri sendiri yang mengatakan bahwa kami adalah bagian dari keluarga ICT. Bahkan Roy Suryo sendiri malah membuat pernyataan yang menyesatkan, bukannya mencari solusi," tegas Riyo.

Rupanya Diskusi UU ITE di Radio Trijaya dan diskusi terbuka Blogger kemarin, yang mempertemukan Roy dengan beberapa blogger, sepertinya tidak juga mengubah pemahaman Roy Suryo terhadap perbedaan makna blogger, hacker dan cracker.

Bahkan beberapa media menyatakan tidak berani lagi meng-quote statement pria yang disebut-sebut sebagai pakar telematika itu. Pasalnya, Roy Suryo berkali-kali melimpahkan kesalahan kepada wartawan karena dianggap selalu memelintir pernyataan sehingga tidak sesuai dengan apa yang dimaksud.

"Saya khawatir nanti akan muncul lagi hal yang disebut Roy sebagai mispersepsi massal," ujar salah seorang wartawan yang menyempatkan hadir di acara diskusi tersebut, sambil mengerutkan dahinya.

Hal yang sama juga dilontarkan para blogger dengan menyebarkan button 'Jangan Kutip Roy Suryo' sebagai aksi ketidaksetujuan mereka akan statement-statement Roy Suryo. Pria yang disebut sebagai pakar telematika itu menyebut aksi ini sebagai idiom agitatif (idiom yang bersifat menghasut).

Istilah idiom pun dibantah blogger sebagai kata yang kurang tepat karena dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) 'idiom' merupakan konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya. Mereka malah menyebut kalimat tersebut sebagai 'Moto', yang dalam KBBI berarti frasa, kata atau kalimat yang digunakan sebagai semboyan, pedoman atau prinsip. Menurut mereka kalimat 'Jangan Kutip Roy Suryo' tersebut masing-masing katanya memiliki korelasi dan makna yang sama dengan gabungan makna unsurnya. (srn)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4