Tarif Internet Turun Jika Tarif Bandwidth Internasional Turun - techno.okezone.com
o1 o2

Techno - Computer & IT


Tarif Internet Turun Jika Tarif Bandwidth Internasional Turun

Kamis, 24 April 2008 - 17:39 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Sarie - Okezone

JAKARTA - Penurunan tarif sewa jaringan internet oleh Telkom yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 83 persen ternyata merupakan perbandingan penurunan dari tahun 1997 hingga 2007. Kenyataannya dibanding tarif sekarang keputusan tersebut hanya mengalami penurunan sebesar 40 persen.

Namun penurunan tersebut pun tidak mengalami dampak signifikan akan penurunan tarif ritel internet dari ISP ke pelanggan. Hal ini dikarenakan komponen ISP tidak hanya terdiri dari tarif sewa leased line. Beberapa komponen lain, selain leased line, yang menunjang jaringan internet adalah biaya sewa DID/PWS, sewa colocation, tarif dial ke DID dan PWS, bagi hasil ke penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk jaringan CDMA, 3G/HSDPA, biaya jastel yang ditetapkan 1 persen dari gross revenue, BHP USO yang ditetapkan 0,75 persen dari Gross revenue, sewa bandwidth dan bagi hasil dengan pemilik lokasi untuk internet wireles (wi fi hotspot).

"Tarif leased line yang diturunkan tersebut hanya tarif dari STO (stasiun telepon otomat) satu ke STO lainnya. Dan STO tersebut hanya dimiliki Telkom. Artinya penurunan tersebut tidak signifikan. Lagipula tarif leased line hanya memiliki kontribusi 20 persen dari biaya operasional. Penurunan itu kemungkinan hanya berdampak pada penurunan ritel sebesar 8 persen," ujar Ketua APJII Silvia Sumarlin di Cafe au Lait Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2008).

Jika kontribusi leased line hanya 20 persen maka yang lainnya memberikan kontribusi 80 persen. Hanya saja beberapa komponen bisa dinegosiasikan secara bisnis kecuali biaya sewa bandwidth internasional.

Hal inilah yang dianggap Silvia cukup signifikan untuk mempengaruhi penurunan tarif ritel internet. Menurut Silvia internasional link saat ini memiliki tarif sewa sebesar USD1.800 hingga USD2.000 per 1 mbps. Dan idealnya biaya produksi akan turun hingga sepertiga kali jika tarif sewa 1 mbps hanya sebesar USD1.000.

"Penurunan tarif sewa dari STO ke STO hanya akan berdampak pada penurunan tarif ritel internet dial up. Sedangkan ISP di Indonesia memberikan layanan internet dengan berbagai cara. Ada juga yang menggunakan hotspot, LAN, 3G/HSDPA dan lainnya. Satu-satunya cara paling gampang adalah untuk penurunan tarif ritel internet adalah dengan menurunkan tarif sewa link internasional," jelas Silvia. (mbs)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4