Senin, 08 September 2008

Computer & IT

Bill Gates Tertutup Tapi Agenda Jelas

Jum'at, 9 Mei 2008 - 12:38 wib

Sandy Adam Mahaputra - Okezone


JAKARTA - Sikap tertutup Bill Gates selama kunjungannya dua hari ke Indonesia menimbulkan pendapat miring bahwa Bill Gates merahasiakan kunjungannya ini dari publik. Namun hal ini dibantah juru bicara Menteri Luar Negeri Christiarto Legowo.

"Setahu saya tidak ada rahasia. Anda bisa lihat sendiri kalau Bill Gates memberikan bantuan software untuk pendidikan ke Indonesia. Jadi isu itu tidak benar," jelas Christiarto saat ditemui di kantor Gedung Departemen Luar Negeri, Jakarta, Jumat (9/5/2008).

Menurut Christiarto hal yang harus diperhatikan adalah bukti nyata kunjungan Bill Gates ke Indonesia, yaitu kehadirannya dalam Goverment Leaders Forum, event Presidential Lecturer yang diadakan oleh Kadin hingga kunjungannya ke Kantor Presiden untuk membicara kerja sama terkait teknologi. Bahkan, tambahnya, ia pun memberikan bantuan berupa software gratis untuk pendidikan di Indonesia.

Namun spekulasi di luar melihat perilaku Bill Gates cukup tertutup. Bos yayasan Bill and Melinda Gates Foundation itu tidak pernah membuka mulut di hadapan wartawan, penjagaan pun dinilai terlalu ketat dan berlebihan, media dan publik pun sulit melacak tempat ia menginap. Bahkan kedatangannya ketika mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma pun tidak banyak yang mengetahui. Sampai-sampai perjalanannya selama berkunjung tidak pernah dikawal oleh pihak kepolisian (voorijder).

""Wah, kalau masalah itu saya kurang tahu. Tapi agenda kunjungan dia ke sini cukup jelas dan sudah terlihat bantuannya," ujar Christiarto singkat. (srn)

BeLOG

Fupei: Situs Jaringan Sosial Rasa Indonesia

Fupei: Situs Jaringan Sosial Rasa Indonesia Friends Uniting Program Especially Indonesia (Fupei) adalah sebuah website komunitas yang berisi tentang jurnal persahabatan dan kreatifitas di internet, dikhususkan untuk kalangan Indonesia

WIRED WORLD?

Nama Pun Bisa menjadi Magnet Spam

Nama Pun Bisa menjadi Magnet Spam Peneliti dari Cambridge University, Inggris melansir hasil penelitian yang menyatakan nama seseorang di e-mail mempengaruhi pengiriman Spam ke alamatnya e-mailnya