JAKARTA - Awal Juni, para anggota konsorsium Palapa Ring akan menyiapkan dana tunai sekira lima persen dari total nilai proyek USD11,2 juta. Sementara ini, proyek yang ditaksir memakan dana sekira USD225 juta itu masih dalam tahap pemilihan penyedia jaringan. Rencananya pembangunan akan dimulai pada kuartal ketiga.
"Juni itu diharuskan setiap anggota konsorsium menyetor dana. Ini untuk menunjukkan komitmen semuanya menyukseskan proyek," ujar Ketua Proyek Palapa Ring Tonda Priyanto di kantornya, Jumat (16/5/2008).
Palapa Ring adalah megaproyek pemerintah dalam membangun tulang punggung (backbone) infrastruktur serat optik internasional yang terdiri dari 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten.
Proyek yang membutuhkan biaya sekira USD225 juta ini dialokasikan dengan rincian 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable). Tiap-tiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten. Akses tersebut akan mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.
Proyek ini rencananya akan dibangun oleh enam perusahaan yang terkonsolidasi dalam suatu konsorsium Palapa Ring, yakni PT Bakrie Telecom Tbk (13,3 persen), PT Excelcomindo Pratama Tbk (13,3 persen), PT Indosat Tbk (13,3 persen), PT Infokom Elektrindo (termasuk PT Mobile-8 Telecom Tbk sebesar 6,3 persen), PT Powertek Utama Internusa (representasi Linbrooke Worldwide Ltd sebesar 10 persen), dan porsi sisanya yang terbesar dikuasai PT Telkom.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, pembagian kontribusi diambil berdasarkan penggunaan kapasitas. Telkom akan memiliki porsi terbesar yaitu sebesar 4 lambda, sedangkan operator lainnya yang memiliki porsi 13,3 persen akan memperoleh 1 lambda dan Infokom Elektrindo sebesar 0,6 lambda. Pada akhir 2009 diperkirakan pembangunan selesai dan kuartal pertama 2010 mulai menyediakan layanan.
(srn)