Computer & IT


Integrasi Industri Kelapa Sawit Melalui TIK

Jum'at, 23 Mei 2008 - 11:13 wib
text TEXT SIZE :  
Sarie - Okezone

JAKARTA - Lintasarta melihat kecepatan pengambilan keputusan dan monitoring setiap pergerakan dalam bisnis proses adalah kunci utama dalam industri kelapa sawit. Hal ini diungkapkan berdasarkan pengalaman Lintasarta sebagai mitra TI dari beberapa perusahaan kelapa sawit.

"Kesuksesan sebuah perusahaan adalah ketika mereka bisa menerima informasi dan mengolah informasi tersebut menjadi keputusan bisnis yang tepat," ujar General Manager Wilayah Usaha Barat PT Aplikanusa Lintasarta Zulfi Hadi melalui keterangan resmi, Jumat (23/5/2008). Ia menambahkan manajemen akan dengan mudah melakukan kontrol terhadap kualitas produksi dan proses pengiriman, melakukan kontrol biaya yang ketat dan efisiensi waktu. Hal tersebut dapat dilakukan melalui beberapa aplikasi yang dapat dimonitor secara real time seperti Enterprise Resource Planning dan tahap lainnya.

Dalam acara World Palm Oil Summit dan Exhibition 2008, Lintasarta menyiapkan beberapa solusi teknologi informasi yang dapat membantu mengintegrasikan proses bisnis industri kelapa sawit.

Untuk menjawab tantangan lokasi pabrik atau perkebunan hingga ke rural area, Lintasarta siap dengan layanan VSAT. Menurut Zulfi jika lokasi pelanggan tidak dapat dicover oleh layanan teresterial baik kabel wireline maupun wireless, maka digunakan perangkat VSAT yang terhubung ke satelit. Solusi ini memperluas jangkauan area cakupan khususnya untuk lokasi pabrik atau perkebunan kelapa sawit yang terletak di luar kota besar dan daerah terpencil.

Untuk melakukan monitoring proses produksi dan proses pengiriman melalui CCTV dari kantor pusat hingga ke berbagai lokasi juga dapat dilakukan melalui layanan VSAT. Zulfi mengungkapkan bahwa monitoring melalui CCTV menyebabkan kerugian-kerugian yang diakibatkan fraud dapat diminimalisasi.

Selain itu Lintasarta juga menawarkan layanan Video Conference. Layanan ini dapat digunakan untuk meeting dan kordinasi antara manajemen dengan karyawan hingga pelatihan jarak jauh. Layanan Video Confence merekomendasikan bandwidth 256 kbps dan perangkat endpoint video conference disetiap lokasi cabangnya. Pengelolaan Video Conference ini dapat melayani kebutuhan endpoint sampai 16 titik atau lebih.

Pemantauan produksi juga dapat dilakukan secara mobile dimana saja oleh pemilik perkebunan atau karyawan. Hal ini dimungkinkan melalui VPN Ezy HSDPA. Layanan private network dengan teknologi Virtual Private Network yang diakses melalui HSDPA.

Zulfi menyatakan sebagai mitra bisnis, Lintasarta siap mewujudkan visi bisnis anda melalui pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi. (srn)