Telecommunication


Blackberry Menolak Jadi Mata-Mata India

Kamis, 29 Mei 2008 - 11:17 wib
text TEXT SIZE :  
Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Foto: Corbis

NEW DELHI - Research In Motion, perusahaan pembuat Blackberry, menolak permintaan pemerintah India untuk men-decrypt pesan teks yang mencurigakan.

Saat ini ada 115.000 pengguna Blackberry di India, namun bagi India itu malah menimbulkan persoalan. Departemen teknologi dan agen keamanan India tidak dapat men-decrypt pesan teks yang dikirim pada Blackberry. Pemerintah India telah meminta Research In Motion (RIM), perusahaan yang berbasis di Kanada, untuk bekerja sama mencegah kriminalitas dan aksi terorisme yang berpotensi menggunakan perangkat itu.

Dilaporkan Digital Trends, Kamis (29/5/2008), RIM mengklaim teknologi yang dimiliki Blackberry mencegah pihak ketiga -bahkan pihak RIM sendiri- untuk membaca pesan yang dikirim.

Dikutip The Times of India, RIM mengatakan, "Arsitektur keamanan Blackberry bagi konsumen perusahaan dimaksudkan untuk meniadakan kemungkinan RIM atau pihak ketiga manapun untuk membaca informasi enkripsi dalam keadaan apapun."

Untuk diketahui, enkripsi merupakan pemanfaatan metode matematis untuk mengacak data sebelum dikirimkan melalui jaringan data, sehingga data menjadi tidak bisa dibaca orang lain, kecuali oleh yang berwenang. Sedangkan decrypt merupakan proses kebalikannya, yaitu mengubah kembali data yang dienkripsi menjadi data biasa yang bisa dibaca. (jri)