Kamis, 21 Agustus 2008
Telecommunication
Indonesia-Malaysia Pererat Hubungan Kominfo
Jum'at, 13 Juni 2008 - 10:42 wib
Sarie - Okezone

Menkominfo dan Menpen Malaysia
Demikian disampaikan Menkominfo Mohammad Nuh dalam jumpa pers bersama dengan Menteri Penerangan Malaysia, Dato? Ahmad Shabery, di Jakarta, Kamis (12/6/2008) kemarin.
Dikatakan Nuh, sedikitnya ada empat nilai yang dalam tiap kali dilakukan kerjasama atau menandatangani nota kesepahaman (MoU) ada di dalamnya, yakni saling pengertian (mutual understanding), saling menghargai (mutual respect), saling percaya (mutual trust), dan saling menguntungkan (mutual benefit).
"Tanpa keempat nilai itu, maka MoU tidak akan efektif, dan rencana MoU antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia ini pun dilandasi dengan keempat nilai itu," jelas Nuh.
Itu sebabnya, sebelum MoU ini ditandatangani, masing-masing negara akan kembali mengkaji agar nantinya nota kesepahaman ini dapat efektif dan dijalankan dengan baik. "Kemarin telah dilakukan pertemuan awal dalam bentuk senior official meeting. Hari ini dilakukan penandatangan agreed minutes," katanya.
Berkait tentang bidang apa saja yang akan disepakati dalam nota kesepahaman, mantan Rektor ITS ini menjelaskan, ada banyak hal, terutama terkait dengan bidang komunikasi dan informasi sebagai mana yangmenjadi tupoksi Depkominfo, antara lain kerjasama dengan lembaga penyiaran publik, swasta, berbayar maupun komunitas, dimana pemerintah Indonesia sebagai fasilitator.
"Kerjasama siaran radio di daerah perbatasan kedua negara seperti RRI Pontianak dengan Serawak Malaysia, RRI Medan dengan Penang, Tarakan dengan Sabah dan lainnya, juga perlu terus dikembangkan dan dilanjutkan," papar Nuh.
Pertukaran karyawan di bidang penyiaran baik radio maupun televisi juga memungkinkan untuk dikerjasamakan, misalnya, staf RRI atau TVRI training di Malaysia dan sebaliknya staf lembaga penyiaran pemerintah Malaysia juga ke Indonesia. "Depkominfo memiliki fasilitas sangat lengkap di Multi Media Training Center di Jogjakarta dan itu bisa dimanfaatkan oleh Malaysia, karena beberapa negara seperti Vietnam, Laos, juga telah mengirimkan orangnya ke sini," katanya.
Di bidang pertelevisian juga ditekankan pada bentuk kerjasama tentang film dokumenter, pertukaran berita nasional serta pertukaran program siaran bersama, seperti yang selama ini telah terjalin untuk bisa ditingkatkan.
Nuh mengungkapkan, memang sebagai negara serumpun, ada wacana dan keinginan untuk membuat televisi bersama dalam bentuk News TV Channel. Potensi penduduk hampir 300 juta jiwa serta penekanan terhadap berita aktual di kedua negara menjadi salah satu bahan pertimbangan.
"Tapi ini baru wacana, karena dalam hal kehidupan bermedia antara di Indonesia dan Malaysia sangat berbeda. Di Malaysia pengaturan media masih dikontrol pemerintah sementara di kita hal itu sudah merupakan masa lalu, sehingga pemerintah tidak bisa mengintervensi sebagaimana terjadi di Malaysia," katanya.
Selain kerjasama itu, disinggung pula beberapa bentuk kerjasama spesifik di bidang kewartawanan antar lembaga profesi, PWI dengan Persatuan Wartawan Melayu Malysia (PWMM). (srn)
BeLOG
Cerpenista: Cerita Bersambung 'Keroyokan'
Seorang penulis mengarang cerita pendek itu sudah biasa. Tapi, kalau beberapa penulis sekaligus bersama-sama membuat sebuah cerita pendek itu baru luar biasa. Begitulah yang terjadi di situs Cerpenista.
WIRED WORLD?
Usia 102 Tahun, Suka Facebook dan Wii
Seorang nenek berusia 102 tahun telah menjadi anggota Facebook paling tua. Tidak hanya ber-Facebook ria, ia pun ingin sekali mencoba Nintendo Wii.
BERITA LAINNYA
-
Rabu, 20/08/2008 16:08
Meski Voice Meningkat, SMS Tetap Primadona
-
Rabu, 20/08/2008 14:08
XL Resmikan BTS ke-14.000 di Jayapura
-
Rabu, 20/08/2008 07:08
2012, NSP Hasilkan USD29 Miliar
-
Senin, 18/08/2008 17:08
6,2 Juta Pelanggan 3G Telkomsel Diadu via 3G Quest
-
Senin, 18/08/2008 15:08
Operator Berlomba Gelar Jaringan Telekomunikasi Rural Area
