JAKARTA - Pelanggan CDMA2000 secara global saat ini telah menyentuh 451 juta subscriber. Menurut data CDG, jumlah tersebut tersebar di bawah 286 operator di 109 negara dunia. Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pelanggan 3G CDMA terbesar di Asia Pasifik.
Hal tersebut dinyatakan chief operating officer CDMA Development Group (CDG) James Person di sela-sela media briefing CDG Pan-Asia Roadshow di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Selasa (24/6/2008).
Dilaporkan per Q1 2008, pasar Asia Pasifik merupakan pasar dengan pangsa pasar terbesar di dunia dengan persentase 51,3 persen dari total jumlah pelanggan 451.300.000, yakni sekira 231.300.000. Begitu pun halnya dengan growth rate pasar CDMA di Asia yang telah mencapai 38 persen pada 2007.
Indonesia sendiri memiliki lebih dari 16,3 juta pelanggan CDMA2000. Peningkatan pertumbuhan ini, menurut James, adalah karena tersedianya ultra low cost handset dan tarif terjangkau. "Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan pelanggan terbesar di Asia Tenggara," kata James.
"Pada 2009, diperkirakan jumlah pelanggan secara global akan menembus angka di atas 500 juta," ucap dia. Hal tersebut dikarenakan demand pasar yang demikian besar pada data digital kendati sementara ini layanan voice masih menjadi prioritas di negara-negara yang sedang berkembang (emerging market).
"Bahkan pada 2012, jumlah subscriber secara global akan bertambah 773 juta bahkan lebih," pungkas James.
CDMA2000 adalah teknologi 3G pilihan bagi operator di pasar yang sedang berkembang, dan digunakan pada 450, 700, 800, 1700, 1900, AWS, dan 2100 MHz band.
Operator CDMA2000 di Indonesia adalah Esia (Bakrie Telecom), Telkom Flexi, Star One (Indosat), Smart Telecom, Fren (Mobile-8), dan Ceria (Sampoerna Telekomunikasi Indonesia). Hingga Maret 2008, jumlah total pelanggan CDMA2000 dari enam operator telah melampaui 16,3 juta, meningkat 14,4 juta pada akhir 2007 dan 7,8 juta pada akhir 2006.
(srn)