JAKARTA - HP mempresentasikan program pendekatan manajemen yang ramah lingkungan dengan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan akibat proses percetakan, dari desain sampai pada proses perawatan pasca habis masa pakai.
Dalam program ramah lingkungannya, HP mengaplikasikan program truly environmental, yang dimulai dari Design For Environmental (DFE), manufacturing, use, hingga end of life-cycle.
"Dari awal kami memilih material-material yang sekiranya dapat mengurangi dampak pengrusakan alam dan ramah lingkungan untuk jangka panjang," ujar market development manager imaging and printing group Valentina Vony di sela-sela konferensi pers di Annex Building, Kamis (3/7/2008).
Program-program ramah lingkungan HP mencakup program take-back yang menyeluruh di APJ, proses daur ulang yang inovatif, pengurangan bahan pembungkus cartridge sebesar 3,7 juta pound di APJ, penghematan energi dengan mengeluarkan produk toner monokrom low melt terbaru dan Spherical Monochrome Toner.
"Sampah ataupun limbah yang dihasilkan manusia setiap harinya di dunia, didata oleh TUV SUD PSB Asia Pasifik, sejumlah 6.600 ton atau setara dengan 2.000 gajah. 65 persen di antaranya berasal dari industri berupa materi organik, yakni sekira satu miliar pound material elektronik," Vony memaparkan.
"Oleh karena itu, HP menerapkan 3R sejak awal 1990-an untuk mengatasi persoalan ini, yang meliputi reuse, recycle, dan reduce," lanjutnya.
Menurut project officer LSM Dana Mitra Lingkungan Maryanto, regulasi yang mengatur tentang sampah di negara kita, UU Persampahan no 18 tahun 2008, tidak akan berjalan dengan semestinya apabila tidak didukung dengan usaha manusianya sendiri. "Solusi awalnya adalah dengan membatasi sumbernya, dimulai dari diri sendiri maupun korporasi seperti apa yang dilakukan HP. Saya sangat menghargainya," dia menuturkan.
"70 persen baik limbah ataupun sampah industri di negara-negara maju dibuang ke negara-negara berkembang di Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Indonesia. Indonesia bisa diproyeksikan menerima sekira tujuh miliar kilogram limbah dan sampah setiap tahunnya," imbuh Dwi Tjahyadi yang juga mewakili LSM yang sama.
Sementara itu, Vony mengatakan bahwa hingga saat ini cartridge printer HP yang berasal dari daur ulang botol-botol plastik bekas telah mencapai 297 juta pound material sampah, "Itu sekira lebih dari 355 pesawat terbang," ucapnya.
"Tingkat efisiensi produk-produk HP ini, seperti InkJet dan LaserJet, diramalkan akan mencapai 40 persen pada 2011," pungkasnya.
(srn)
Computer & IT
HP Galakkan Program Ramah Lingkungan via Truly Enviromental
Kamis, 3 Juli 2008 - 17:06 wib
Berita Lain
BERITA LAINNYA
-
Senin, 01/12/2008 15:12
Perang Hacker Indonesia Vs Malaysia Kembali Panas
-
Senin, 01/12/2008 14:12
Penyebar Foto Anak Bawah Umur via Internet Dibekuk
-
Senin, 01/12/2008 13:12
Teroris Mumbai Gunakan Google Earth
-
Senin, 01/12/2008 12:12
Mesum di Warnet, Lemahnya Pengawasan
-
Senin, 01/12/2008 10:12
Gunakan Software Bajakan, Presiden LG Dibui