Senin, 08 September 2008

Computer & IT

CentOS 5.2, Kaya Virtualisasi

Minggu, 6 Juli 2008 - 12:30 wib

Muhammad Candrataruna - Okezone


JAKARTA - Sistem operasi open source Linux CentOS kini didukung teknologi virtualisasi (virtualization) terutama pada kernel Xen virtualization. Pada peluncuran CentOS 5.2 ini pengembang juga menutup sejumlah file bug.

CentOS merupakan distro yang dikembangkan berdasarkan distro Linux Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 5.2 dan tersedia untuk arsitektur i386 dan x86-64.

Sebagai salah satu cloning Red Hat, distro CentOS setahun silam meluncurkan versi 5.0 kendati sejumlah pihak berani mengklaim bahwa CentOS merupakan distro yang 100 persen compatible dari RHEL yang memiliki stabilitas, layaknya sebuah sistem operasi enterprise namun tanpa harga sertifikasi dan dukungan support teknis.

Sementara itu, RHEL 5.2 sendiri baru diluncurkan oleh Red Hat sebulan silam yang langsung diikuti oleh update yang sama yang dilakukan oleh CentOS 5.2 terutama pada update core Xen virtualization hypervisor version 3.1.2, serta dukungan yang lebih baik untuk arsitektur NUMA (Non-Uniform Memory Access).

CentOS 5.2 juga memberikan supports virtualization yang lebih baik pada CPU 64 bits dan 512 GB memory. Sementara untuk device seperti WiFi supports, CentOS juga memberikan update termasuk versi terbaru dari sejumlah aplikasi seperti Gnome, KDE, dan OpenOffice.

Sayangnya, semua fasilitas update itu hanya bisa dinikamti untuk arsitektur i386 dan x86-64 sementara untuk PowerPC, IA64, dan Sparc belum diluncurkan.

Menurut pengembang CentOS, para pengguna tidak perlu kuatir untuk melakukan update baik dari versi CentOS 5.0 ataupun 5.1. Pengembang sudah menyediakan scripts yum upgrade, yang akan membuat sistem operasi langsung terupdate ke versi 5.2.(cdr)
(srn)

BeLOG

Fupei: Situs Jaringan Sosial Rasa Indonesia

Fupei: Situs Jaringan Sosial Rasa Indonesia Friends Uniting Program Especially Indonesia (Fupei) adalah sebuah website komunitas yang berisi tentang jurnal persahabatan dan kreatifitas di internet, dikhususkan untuk kalangan Indonesia

WIRED WORLD?

Nama Pun Bisa menjadi Magnet Spam

Nama Pun Bisa menjadi Magnet Spam Peneliti dari Cambridge University, Inggris melansir hasil penelitian yang menyatakan nama seseorang di e-mail mempengaruhi pengiriman Spam ke alamatnya e-mailnya