Kamis, 21 Agustus 2008

Computer & IT

SAP Ciptakan Konsultan Baru Lewat e-Academy

Selasa, 15 Juli 2008 - 17:30 wib

Muhammad Candrataruna - Okezone


JAKARTA - SAP meluncurkan program pelatihan Enterprise Resource Planning (ERP) melalui e-learning yang bertujuan untuk melahirkan konsultan-konsultan SAP baru dengan nama program SAP e-Academy.

Munculnya program ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan SAP yang pesat di Asia Pasifik, terutama di Asia Tenggara. Menurut Direktur Marketing SAP Indonesia Singgih Widjaja, pada kuartal 1 tahuhn 2008, pertumbuhan SAP mencapai titik tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Akibat tingginya pemakaian produk SAP di Asia Pasifik, terutama di Indonesia, kebutuhan konsultan SAP otomatis juga meningkat. Kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai 60.000 hingga 80.000 konsultan secara global, hingga tahun 2010. Di Asia Tenggara sendiri, dibutuhkan sekira 5000 hingga 8000 tenaga konsultan Baru dengan kebutuhan di Indonesia sekira 600 hingga 800 konsultan," ujar Singgih usai konferensi pers di Wisma Kyoei Prince, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2008).

"Setidaknya kita butuh 100 konsultan baru setiap tahunnya. Apabila kurang, kita juga mengimpor dari luar negeri," tambah Singgih.

Sebenarnya SAP sudah lama memiliki program pelatihan ERP tersebut namun sifatnya lebih tradisional dengan menggunakan model classromm yang memakan waktu hingga lima minggu di dalam kelas. Nama program ini SAP Academy.

"Sayangnya cara tradisional ini terkadang terhambar oleh minimnya waktu yang tersedia untuk calon konsultan. Misalnya calon konsultan yang sudah bekerja di salah satu perusahaan, ia akan kesulitan memperoleh ijin dari kantornya untuk mengikuti kelas SAP Academy," papar Direktur Monsoon Academy Abdy Taminsyah. SAP sendiri bekerja sama dengan Monsoon Academy sebagai mitra pelatih.

Program yang didukung oleh kedua perusahaan ini menawarkan rancangan baru melalui e-Connect Center dalam waktu 200 hingga 250 jam total e-learning selama 4 bulan berturur-turut. Setelah melalui program pelatihan tersebut, calon konsultan pun berhak mengikuti ujian sertifikasi SAP untuk menjadi konsultan.

"Saat ini hingga akhir bulan Juli, program pelatihan ini dikenai biaya USD2500 sedangkan ujian sertifikasinya dihargai USD700 yang diadakan langsung oleh SAP. Beda dengan SAP Academy yang memakan biaya lebih mahal sekira USD5000 dengan biaya ujian sertifikasi yang sama," ujar Abdy.

Program ini ditujukan terutama bagi Fresh Graduate di hampir semua bidang ilmu. Kami tidak memprioritaskan kepada Fresh Graduate yang memiliki skill IT. Pada dasarnya ada dua jalur yang ditawarkan. Jalur fungsional untuk jurusan non-IT sedangkan lainnya adakah jalur teknikal, khusus untuk IT.

Modul-modul pengetahuan SAP yang ditawarkan melalui program ini meliputi SAP Human Capital Management, SAP Financial and Controlling, SAP Material Management, SAP Sales and Distribution, SAP Production Planning, dan SAP ABAB Development Workbench. Tiap-tiap modul tersebut diselesaikan dalam waktu 4 bulan.

Program ini sudah diluncurkan di India, sekira 1,5 tahun yang lalu. Hasilnya, SAP sudah menelurkan lebih dari 2000 konsultan. Bebebrapa minggu lalu, program ini juga sudah diluncurkan di Malaysia dan Singapura. Dalam waktu dekat, setelah Indonesia, SAP akan memperkenalkan program ini di Thailand dan Filipina.

SAP mengklaim bahwa hanya perusahaan mereka yang memiliki program seperti ini dan belum ada satupun pemain yang berani menjalankan program yang sama. (srn)

BeLOG

Cerpenista: Cerita Bersambung 'Keroyokan'

Cerpenista: Cerita Bersambung 'Keroyokan' Seorang penulis mengarang cerita pendek itu sudah biasa. Tapi, kalau beberapa penulis sekaligus bersama-sama membuat sebuah cerita pendek itu baru luar biasa. Begitulah yang terjadi di situs Cerpenista.

WIRED WORLD?

Usia 102 Tahun, Suka Facebook dan Wii

Usia 102 Tahun, Suka Facebook dan Wii Seorang nenek berusia 102 tahun telah menjadi anggota Facebook paling tua. Tidak hanya ber-Facebook ria, ia pun ingin sekali mencoba Nintendo Wii.