Senin, 08 September 2008
Science
Makan Tahu Tingkatkan Resiko Hilang Ingatan
Selasa, 15 Juli 2008 - 15:05 wib

Studi yang dilakukan Hogervorst ini sejalan dengan studi serupa yang pernah dilakukan pada pria keturunan Amerika-Jepang lanjut usia. Hogervorst melakukan studinya terhadap 719 manusia usia lanjut (manula) di perkotaan dan daerah terpencil di Pulau Jawa. Tidak dijelaskan kapan serta lokasi tepatnya Hogervorst menggelar studi tersebut.
"Makan tahu dalam jumlah besar, setidaknya sekali sehari, berhubungan dengan buruknya ingatan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 68 tahun," papar Hogervorst dalam jurnal Dementias and Geriatric Cognitive Disorders. Menurut Hogervorst, tahu mengandung mikronutrien yang disebut phytoestrogen, yang mempunyai fungsi mirip dengan hormon seks wanita estrogen.
Ada sejumlah bukti yang menguatkan bahwa zat ini mampu melindungi otak orang muda dan setengah tua dari kerusakan. Namun, dampak yang ditimbulkan pada mereka yang berusia lanjut belum diketahui secara pasti. Hogervorst menduga estrogen dan phytoestrogenmemicu pertumbuhan sel, yang sejatinya kurang baik untuk otak manula.
Estrogen dalam dosis tinggi memicu kerusakan sel oleh partikel yang dikenal dengan radikal bebas. Hogervorst mengaku belum mengetahui dampak negatif mengonsumsi tahu dalam jumlah wajar.
"Kemungkinan lainnya, kerusakan ingatan bukan dari tahu, melainkan dari formalin yang kerap dijadikan bahan pengawet. Dibutuhkan penelitian lebih saksama terhadap etnis lainnya untuk mendeteksi dampak buruk tahu," jelas Hogervorst.
Jika tahu mempunyai dampak kurang baik bagi manula, di pihak lain, Hogervorst mengungkapkan, tempe mempunyai kandungan vitamin folat yang baik untuk meningkatkan daya ingat.
"Mungkin interaksi antara dua folat dan phytoestrogen melindungi orang dari teori kerusakan ingatan," paparnya. (sindo//srn)
BeLOG
Fupei: Situs Jaringan Sosial Rasa Indonesia
Friends Uniting Program Especially Indonesia (Fupei) adalah sebuah website komunitas yang berisi tentang jurnal persahabatan dan kreatifitas di internet, dikhususkan untuk kalangan Indonesia
WIRED WORLD?
Nama Pun Bisa menjadi Magnet Spam
Peneliti dari Cambridge University, Inggris melansir hasil penelitian yang menyatakan nama seseorang di e-mail mempengaruhi pengiriman Spam ke alamatnya e-mailnya
BERITA LAINNYA
-
Minggu, 07/09/2008 15:09
Edison, Penghemat Listrik Untuk PC
-
Sabtu, 06/09/2008 17:09
Metode Baru Pelacakan Sidik Jari Bantu Bongkar Kasus Lama
-
Jum'at, 05/09/2008 12:09
Kenalkan Sains Pada Anak Lewat Buku Cerita
-
Kamis, 04/09/2008 15:09
Teknologi Mampu Kenali Wine Asli
-
Selasa, 02/09/2008 12:09
Selama Olimpiade Kualitas Udara Beijing Membaik
