Dirut Telkomsel saat peluncuran Merah Putih di Tj. Priok
JAKARTA - Program Merah Putih yang digawangi Telkomsel ternyata telah membuat Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) kepincut. Hasilnya, tidak hanya mendukung, Ditjen Postel pun berjanji akan memfasilitasi operator yang berniat baik membuka akses komunikasi di daerah-daerah terpencil.
Rupanya program Merah Putih yang telah digalakkan Telkomsel di beberapa wilayah terpencil di Indonesia telah membuat 'luka' USO Depkominfo, khususnya Ditjen Postel, menjadi sembuh. Derita karena gagal menggelar tender untuk membuka akses komunikasi di 38,471 desa di Indonesia melekat perlahan terobati.
"Karena kelanjutan tender USO sedang terkendala di PTUN maka Depkominfo berusaha memfasilitasi siapapun penyelenggara telekomunikasi yang menyelenggarakan kegiatan dalam membuka akses telekomunikasi dengan sejumlah daerah-daerah terpencil, khususnya yang berada di daerah-daerah perbatasan dengan negara-negara tetangga, yang bertujuan konstruktif bagi kepentingan pertahanan dan keamanan, kebutuhan kelancaran komunikasi antar penduduk dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil. Dukungan ini dilakukan semata-mata agar kontinuitas program USO tidak terhenti," tulis Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar melalui keterangan resminya di situs Postel, Rabu (16/7/2008).
Lebih lanjut, dikatakan bahwa langkah dukungan ini mengemuka setelah Dirjen Postel mengadakan pertemuan dengan pihak terkait seperti Sekretaris Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Lucky Harry Korah, Direktur Utama PT Telkomsel Kiskenda Suriahardja beserta jajarannya, serta perwakilan PT Inti dan PT Hariff Daya Tunggal Engineering pada tanggal 15 Juli 2008 di Ditjen Postel.
"Pada dasarnya pemerintah, dalam hal ini Ditjen Postel, bersifat sangat netral dan independen, yaitu membuka kemungkinan bagi penyelenggara telekomunikasi di Indonesia untuk melakukan penyediaan fasilitas telekomunikasi," jelasnya.
Dipaparkan dalam keterangan resmi tersebut, sebelumnya Ditjen Postel telah membuka keterisolasian wilayah perbatasan terpencil dengan Filipina, yaitu di Pulau Miangas melalui program USO (yang bersumber dana APBN) pada tanggal 7 hingga 10 Oktober 2005 yang langsung dilakukan oleh Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf.
Setelah itu Telkom dan Indosat mulai melakukan gerakan serupa untuk mengisi kekosongan komunikasi di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan baru-baru ini Telkomsel menyediakan fasilitas telekomunikasi di jalur pelayaran laut PT Pelni, kemudian dilanjutkan di desa terpencil Kepulauan Balabalakan (antara Sulawesi dan Kalimantan), serta Desa Sentosa, daerah terpencil di puncak Gunung Malabar, Jawa Barat. Menurut rencana, pada tahun ini diperkirakan akan disediakan akses telekomunikasi oleh Telkomsel untuk 3000 desa dan tahun depan bagi sekitar 10,000 desa di seluruh Indonesia.
"Sebagai bentuk dukungan Ditjen Postel terhadap itikad penyelenggara telekomunikasi, yang terus secara berkelanjutan membuka akses telekomunikasi di daerah-daerah terpencil, maka akan direncanakan untuk penyelenggaraan teleconference secara khusus nasional, yang akan difasilitasi oleh PT Telkomsel melalui Program Merah Putih dengan beberapa pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat yang berdomisili di beberapa desa terpencil yang berbatasan dengan beberapa negara tetangga," paparnya
Berdasarkan rumor yang beredar, Teleconference ini akan dilaksanakan tepatn pada tanggal 17 Agustus 2008, dengan dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai salah satu rangkaian dalam rangka menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63 Tahun 2008.
(srn)