Senin, 08 September 2008
Telecommunication
Fokus di Data, Axis Hindari Perang Tarif Voice
Rabu, 16 Juli 2008 - 16:24 wib
Muhammad Candrataruna - Okezone

"Kita tidak terlalu berpengaruh dengan tarif layanan suara yang cukup kompetitif belakangan ini. Kami coba konsisten all the time (sepanjang waktu). Toh, kita menyuguhkan tarif yang sudah murah untuk data yakni Rp0,1 per kilobyte," ujar Head of Corporate Strategy and Business Development NTS Ben Soppitt saat melakukan pemaparan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/7/2008).
Soppitt meyakinkan bahwa bermain di jalur data merupakan ranah yang cukup aman untuk berkompetisi dengan pemain-pemain besar seperti Telkomsel, Indosat, maupun XL, yang tergolong sebagai pemain senior di kancah telekomunikasi di Indonesia. Selain itu, NTS pun meyakini bahwa layanan data merupakan pasar yang potensial meskipun saat ini belum tergambar secara real pasar yang dimaksud.
"Tarif data merupakan strategi marketing Axis. Dengan begini kita tidak hanya menyediakan layanan voice dan teks tapi juga mengembangkan layanan data. Suatu saat kami yakin pasar data akan booming di Indonesia. Saat pasar tersebut mulai menggelembung maka Axis pun akan ikut membesar," papar Soppitt.
Namun begitu, Axis tidak lantas membuat tarif data mereka kehilangan arah. Corporate Communication Axis Annita Avianty menambahkan bahwa untuk saat ini Axis memang masih menggunakan tarif promo. Ke depan, Annita memastikan bahwa tarif tersebut akan berubah kembali menjadi tarif semula.
"Tarif promo hingga 31 Agustus dan kami belum punya rencana untuk memperpanjangnya. Rencananya pada awal September, setelah masa promosi habis, kami akan kembali membelakukan tarif semula, flat Rp60 ke sesama Axis dan Rp600 untuk percakapan ke operator lain," pungkas Annita. (srn)
BeLOG
Fupei: Situs Jaringan Sosial Rasa Indonesia
Friends Uniting Program Especially Indonesia (Fupei) adalah sebuah website komunitas yang berisi tentang jurnal persahabatan dan kreatifitas di internet, dikhususkan untuk kalangan Indonesia
WIRED WORLD?
Nama Pun Bisa menjadi Magnet Spam
Peneliti dari Cambridge University, Inggris melansir hasil penelitian yang menyatakan nama seseorang di e-mail mempengaruhi pengiriman Spam ke alamatnya e-mailnya
BERITA LAINNYA
-
Minggu, 07/09/2008 11:09
Berbagi Bersama, Indosat Gelar Roadshow di 4 Kota
-
Jum'at, 05/09/2008 15:09
Internet di Asia Hanya 3% Dibanding Seluler
-
Jum'at, 05/09/2008 13:09
Grameenphone Bakal Tuntut Telenor Norwegia
-
Jum'at, 05/09/2008 12:09
Grameenphone Bantah Dituduh Eksploitasi Anak
-
Kamis, 04/09/2008 17:09
Taliban Sandera Dua Teknisi ZTE
