JAKARTA - Philips mengaku tidak memiliki target untuk jajaran produk terbarunya, dua seri Arcitec Shaver, RQ1050 dan RQ1095. Sedangkan untuk dua seri LCD monitor-nya, yakni seri 7.000 dan 9.000, Philips mengincar double digit market share di Indonesia.
"Kami tidak memasang target untuk produk shaver, karena segmennya cukup terbatas. Produk ini kami tujukan pada eksekutif muda dengan range usia 30 hingga 35 tahun, dan ibu-ibu yang ingin membingkisnya menjadi kado untuk suami atau rekannya," tutur Business Development Manager Domestic Appliances & Personal Care Philips Indonesia, Eddy Marsongko, saat ditemui usai jumpa pers di restoran Dapur Sunda, Pondok Indah Mall, Kamis (17/7/2008) kemarin.
Namun demikian, Eddy mengatakan, saat ini Philips merupakan global market leader untuk electrical shaver dengan pangsa pasar di atas 50 persen, mengatasi kompetitor terdekatnya Brown. "Tidak hanya di luar, di Indonesia pun, di kategori electronical shaver Philips masih memimpin. Market sharenya absolutely di atas 50 persen, saya tidak tahu tepatnya," ujar dia.
Di tempat yang sama, Rudy Jusuf selaku product manager connected display & entertainment solution Philips Indonesia memaparkan bahwa Philips menargetkan market share yang sementara ini masih di bawah 10 persen menjadi double digit. "Market share kami masih kecil di Indonesia, tapi kami optimistis mampu mencapai double-digit pada akhir tahun," urai dia.
"Kami akui, sangat sulit untuk bersaing dengan pemain-pemain besar LCD monitor di Indonesia. Tapi, kami berencana membangun pabrik di sini (Indonesia) untuk mengurangi biaya produksi," jelas Rudy.
Sementara ini, kata dia, hampir sebagian besar produk Philips di Indonesia diproduksi di China. "Di mana pun pabriknya, kami tetap menjaga quality control," akunya.
(srn)