Kamis, 21 Agustus 2008

Computer & IT

Subsidi untuk ICT-TC Diharapkan Segera Cair

Jum'at, 18 Juli 2008 - 09:39 wib

Muhammad Candrataruna - Okezone


Peletakan batu pertama ICT Training Center
JAKARTA - Pengembangan ICT Training Center (ICT-TC), yang dibangun sejak Mei silam dengan ditandai peletakan batu pertama oleh pemerintah Korea dan Menkominfo di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara Jababeka, terancam "macet". Hal ini disinyalir karena kurangnya komunikasi di tingkat pemerintahan.

Berdasarkan laporan terakhir yang dipaparkan Direktur Utama PT JABABEKA Setyono Djuandi Darmono, permintaan PT JABABEKA terkait subsidi pemerintah pusat untuk pendanaan operasional seperti yang tertuang pada surat penandatanganan kerja sama antara pemerintah Korea dan pemerintah Indonesia dalam pengembangan ITC-TC hingga kini belum diterima oleh pemerintah pusat (Depkominfo). Permintaan Darmono tersebut disinyalir ngadat di Pemda Bekasi.

"ITC-TC ini merupakan buah kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah Korea, sehingga segala bentuk baik unsur maupun elemen operasional sudah seharusnya ditanggung pemerintah pusat, karena membutuhkan biaya operasional yang sangat besar," ujar Darmono di sela-sela konferensi pers di kantornya, Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2008) kemarin.

Biaya operasional yang dimaksud oleh Dharmono tersebut meliputi dana untuk membayar SDM sebagai tenaga pengajar, biaya perawatan infrastruktur, dan semacamnya.

"Ini bukan untuk kepentingan Jababeka atau siapapun, melainkan kepentingan rakyat. ICT-TC ini dihibahkan pemerintah Korea sebagai sebuah fasum (fasilitas umum) dan fasos (fasilitas sosial) masyarakat Indonesia, yang mana tujuannya untuk membantu dan mendidik pihak-pihak yang kurang mampu, yang tidak sanggup membayar biaya pendidikan, seperti misalnya buruh," terangnya.

"Oleh sebab itu, kami mengimbau agar Pemda Bekasi beserta segala segala tingkat pemerintahan mendukung ICT-TC, karena proyek ini butuh subsidi, ini bukan sebuah proyek yang menghasilkan uang besar, namun memakan jumlah uang yang besar," lanjut Dharmono.

Hibah dari pemerintah Korea sebesar USD8,9 juta berupa training center ini dibangun di atas tanah Jababeka sekira lima hektar, yang meliputi fisik bangunan beserta infrastrukturnya. "Sedangkan operasional tidak termasuk di dalamnya, dan diserahkan kepada pemerintah," kata dia menambahkan.

Menurutnya, pihak Jababeka selaku empunya tanah merasa sangat tidak keberatan untuk membayar IMB. "Tapi, untuk operasional kami serahkan ke pemerintah. Kami kan hanya swasta,"

ICT-TC yang dibangun di kawasan industri PT Jababeka tersebut diperkirakan sudah dapat beroperasi pada Mei 2009. "Genap setahun, ICT-TC seharusnya sudah dapat dibuka. Karena itu, kita harus segera mendidik SDM-SDM yang bagus dari sekarang, kita harus buru-buru mengumpulkan tenaga-tenaga pengajar yang kompeten untuk ICT-TC," pungkas Dharmono. (srn)

BeLOG

Cerpenista: Cerita Bersambung 'Keroyokan'

Cerpenista: Cerita Bersambung 'Keroyokan' Seorang penulis mengarang cerita pendek itu sudah biasa. Tapi, kalau beberapa penulis sekaligus bersama-sama membuat sebuah cerita pendek itu baru luar biasa. Begitulah yang terjadi di situs Cerpenista.

WIRED WORLD?

Usia 102 Tahun, Suka Facebook dan Wii

Usia 102 Tahun, Suka Facebook dan Wii Seorang nenek berusia 102 tahun telah menjadi anggota Facebook paling tua. Tidak hanya ber-Facebook ria, ia pun ingin sekali mencoba Nintendo Wii.