Selasa, 07 Oktober 2008
Science
Teknologi Bom untuk Para Demonstran
Jum'at, 18 Juli 2008 - 10:49 wib

Medusa sendiri sebenarnya adalah kependekan dari Mob Excess Deterrent Using Silent Audio. Senjata ini memanfaatkan efek dari gelombang mikro audio. Gelombang tersebut berdenyut cepat sehingga menimbulkan efek tak mengenakkan pada jaringan tubuh dan akan memicu efek kejut dalam tengkorak.
Sierra Nevada sendiri mengembangkan perangkat tersebut berdasarkan pesanan dari Angkatan Laut AS. Salah satu pilar angkatan bersenjata Negeri Paman Sam itu telah mencoba dan mengatakan bahwa Medusa telah dapat bekerja secara efektif.
Menurut Lev Sadovnik, peneliti dari Sierra Nevada, senjata canggih itu menyemburkan gelombang mikro yang memberikan efek ke indra pendengaran sehingga seolah menerima suara yang sangat "nyaring" yang bisa menimbulkan kegelisahan.
"Efek yang ditimbulkan oleh senjata ini adalah kombinasi dari kebisingan dan faktor kejengkelan yang ditimbulkannya. Anda tak akan bisa menahannya," ujarnya.
Lebih jauh, Sadovnik menerangkan bahwa rahasia di balik kemampuan Medusa menembakkan gelombang suara itu adalah sebuah antena yang dikonfigurasi oleh rekannya, Vladimir Manasson. Antena itu mengendalikan gelombang secara elektronis sehingga memungkinkan untuk mengubah dari pancaran yang menyebar menjadi berkas yang terarah yang dapat ditembakkan ke sejumlah target secara simultan atau serempak. Satu rangkaian gelombang juga dapat ditransmisikan untuk menghasilkan suara yang dikehendaki.
Tak hanya untuk keperluan militer, menurut Sadovnik, teknologi ini juga berpotensi dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan lain. Salah satunya adalah pengusir burung yang ada di sawah. Seperti diketahui, burung adalah hewan yang sangat sensitif terhadap gelombang mikro audio.
Di mata James Lin, pakar teknik komputer dari Universitas Illinois, Chicago, secara prinsip Medusa memungkinkan untuk diproduksi. Dia sendiri saat ini juga tengah mengembangkan teknik serupa. Bahkan, sejumlah perusahaan yang bergerak di industri musik telah mendekatinya untuk bekerja sama dalam memanfaatkan gelombang mikro audio guna mendongkrak kualitas suara audio system. Namun, untuk sampai ke tahap itu, Lin berpendapat, diperlukan sumber tenaga yang cukup besar untuk menghasilkan tembakan gelombang seperti yang dilakukan pada Medusa. Apalagi, selama ini pengujian gelombang mikro audio menghasilkan suara yang sangat "lemah" yang sangat sulit untuk didengar. Jika digunakan sumber tenaga yang besar, maka gelombang kejut yang dihasilkannya pun juga sangat berpotensi untuk merusak.
"Saya sangat khawatir terhadap efek kesehatan dari penggunaan senjata itu. Anda akan melihat kerusakan pada sistem saraf," katanya.
Kekhawatiran itu ditepis oleh Sadovnik. Menurutnya, batas keselamatan yang biasa diterapkan pada audio normal tidak berlaku sepanjang suara tidak masuk melalui gendang telinga. Sierra Nevada pun saat ini tengah mencari dana dari Departemen Pertahanan AS untuk memproduksi Medusa. Perusahaan itu mengatakan untuk versi anti demonstran senjata itu bisa diproduksi selama satu tahun. Jika ditambah dengan sistem transportasinya, maka dibutuhkan tambahan waktu enam bulan lagi. (Trust//srn)
BeLOG
Beoscope: Situs Video Sharing ala Indonesia
Di tengah maraknya pengakses video sharing YouTube, sekumpulan anak negeri membuat situs yang sama agar ketergantungan terhadap konten asing menurun sedikit demi sedikit.
WIRED WORLD?
Asyik SMS, Masinis Celakai Penumpang
Kecelakaan kereta api Metrolink yang menewaskan 25 orang dan melukai 135 orang di Los Angeles, California, pertengahan September silam disinyalir akibat kelalaian masinis, Robert Sanchez yang sedang asyik ber-sms.
BERITA LAINNYA
-
Senin, 06/10/2008 15:10
Tamasya ke Luar Angkasa Naik Lift
-
Senin, 06/10/2008 12:10
Polusi Makin Ancam Warga Dunia
-
Sabtu, 04/10/2008 15:10
Main Musik Tingkatkan Kecerdasan
-
Senin, 29/09/2008 15:09
Sanyo Bangun Pabrik Panel Surya
-
Senin, 29/09/2008 13:09
Bebas Polusi, Beijing Perketat Kebijakan Lalin