Gadget


Philips Bantu Afrika Kembangkan Tenaga Surya untuk Penerangan

Sabtu, 19 Juli 2008 - 12:12 wib
text TEXT SIZE :  

AMSTERDAM - Philips mendukung pemerintah Belanda yang berniat membangun generasi terbaru dari solusi pencahayaan tenaga surya yang berkelanjutan bagi Afrika Sub-Sahara.

Sebagai bagian dari perjanjian, pemerintah Belanda akan memberikan dana guna mendukung solusi pencahayaan tenaga surya yang berkelanjutan, pelatihan wiraswasta, dan juga mendukung mekanisme keuangan serta manajemen dari proyek itu sendiri. Philips mengambil bagian dengan memberikan investasi seimbang untuk pengembangan produk bagi masyarakat Afrika dan juga rumah tangga yang memiliki keterbatasan untuk mengakses servis energi modern.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk memberikan solusi energi kepada 10 juta orang di 14 negara di Afrika Sub-Sahara dengan cara memberikan servis energi yang terjangkau, sesuai, dan berkelanjutan sampai tahun 2015. Solusi energi ini akan melibatkan solusi penerangan LED yang sempurna.

"Pasar lampu di pedesaan, di negara berkembang, bagi masyarakat dengan pendapatan rendah, tidak banyak diketahui atau dikembangkan. Hal ini, merupakan dasar bagi pemerintah dan organisasi internasional seperti LSM, Bank Dunia, dan berbagai perusahaan berkerjasama dalam suatu jaringan untuk menciptakan sebuah model bisnis yang sesuai," President and CEO of Philips Gerard Kleisterlee pekan lalu.

Sekitar 500 juta masyarakat Afrika hidup tanpa listrik. Bagi mereka, malam hari berarti hidup dalam kegelapan atau sekedar hidup dari cahaya yang bersinar dari lilin maupun lampu petromax. Namun, dengan kenaikan harga minyak bumi yang drastis beberapa tahun belakangan ini, menyebabkan hanya sedikit dari masyarakat Afrika yang mampu membeli kerosin untuk bahan bakar lampu petromax mereka. Akibatnya pada saat matahari terbenam, kehidupan beraktifitas terhenti bagi ratusan juta orang Afrika. Anak-anak tidak dapat mengerjakan pekerjaan rumah, orang dewasa tidak dapat melanjutkan pekerjaannya dan seluruh kegiatan ekonomi juga terhenti. Tentu kualitas hidup pun ikut terkena dampaknya. Dalam hal ini solusi energi melalui tenaga surya akan sangat memberikan perubahan dalam kehidupan masyarakat Afrika.

Sebagian solusi dapat diraih dari sistem pencahayaan tenaga surya generasi terbaru. Philips baru saja menguji lampu tenaga surya terbaru 'Uday', lampu berkualitas tinggi dengan sistem pencahayaan lengkap yang menghasilkan cahaya putih yang terang. Pengisian lampu per harinya akan memnghasilkan 250 lumen (sama dengan pencahayaan 250 lilin) yang dapat bertahan 4 sampai 5 jam.

Kelebihan dari solusi pencahayaan tenaga surya adalah hemat biaya, mengurangi resiko kebakaran yang disebabkan oleh lampu petromaks, tidak menyisakan sampah karbon, dan penggunaan komoditas alami yang berkelanjutan, baik cahaya matahari atau tenaga manusia untuk menggerakkan listrik. Sebagai tambahan, apabila masyarakat Afrika dapat melakukan kegiatan pada malam hari, mereka dapat memperoleh keuntungan secara ekonomis dan sosial. Sedangkan produk dan servis lainnya dapat melibatkan obor, kompor, dan alat penjernihan air yang dapat mudah rusak.

Misi Philips adalah untuk mengembangkan kualitas hidup masyarakat dan berkomitmen untuk menciptakan efisiensi energi pencahayaan yang terjangkau dan berkualitas tinggi untuk daerah yang sangat membutuhkan. Philips juga terlibat dalam inisiatif bersama Grup Bank Dunia untuk memberikan pencahayan modern kepada 250 juta masyarakat di Afrika Sub-Sahara yang tidak memiliki akses listrik. Diprakarsai oleh Bank Dunia dan IFC, pencahayaan di Afrika bertujuan untuk membangun kondisi pasar untuk menyalurkan dan mendistribusikan produk pencahayaan minyak nabati (non-fosil), seperti lampu hemat energi dan produksi lampu dioda, pada daerah pedesaan dan perkotaan yang tidak memiliki sambungan listrik. (//srn)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4