ist
BANDUNG - Terhambatnya perkembangan layanan telekomunikasi berbasis CDMA ternyata tidak lagi dikarenakan handset yang terbatas. Namun lebih kepada regulasi yang dianggap sebagian operator tidak tegas dijalani, khususnya masalah regulasi interkoneksi.
"Indosat mengalami kendala mengembangkan CDMA di beberapa kota dikarenakan terhambatnya pembukaan interkoneksi dengan 'tetangga sebelah'," ujar Grorp Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya, di sela peluncuran 41 Inovasi Indosat di Hyatt Regency, Bandung, Minggu (20/7/2008).
Menurut Teguh, interkoneksi seharusnya dapat dibuka sebulan setelah peluncuran layanan CDMA di suatu kota. Namun pada kenyataannya interkoneksi itu baru didapatkan Indosat berbulan-bulan lamanya.
"Itupun setelah kami tongkrongin terus," keluh Teguh.
Misalnya saja, papar Teguh, kasus terakhir terjadi ketika Indosat meluncurkan layanan StarOne di lima kota baru-baru ini. "Hingga kini, terhitung sudah lebih dari sebulan, interkoneksi yang kami minta ke 'tetangga sebelah' belum juga dibuka," beber Teguh.
"Kami sudah lapor ke regulator namun belum ada penegasan. Tapi kami tetap membuka layanan StarOne di semua kota yang kami targetkan. Hal ini semata-mata untuk memperlihatkan keseriusan kami untuk menggelar layanan," tambah Teguh.
Menurut Teguh, permasalahan ini lebih dikarenakan belum diubahnya fundamental technical plan telekomunikasi yang telah dibuat pemerintah sejak 2000 lalu. "Masalahnya, sudah banyak peraturan dan roadmap telekomunikasi pemerintah yang tidak kompatibel dengan keadaan sekarang yang lebih IP Based. Apalagi permasalah numbering dan interkoneksi," ujar Teguh.
Oleh karena itu, Teguh berharap pemerintah mau secepatnya mengubah rencana teknis fundamental yang dibuat sejak 2000 itu. Pasalnya, masalah interkoneksi yang terhambat ini tidak hanya dirasakan oleh Indosat saja tapi juga operator penyelenggara FWA lainnya.
Pelanggan StarOne sendiri saat ini telah berjumlah 800 ribu pelanggan. Naik cukup signifkan dari angka akhir tahun lalu yang hanya 600 ribu pelanggan. Indosat menargetkan pelanggan StarOne akan tumbuh sekira 1,2 juta pelanggan hingga akhir tahun ini.
Layanan StarOne kini sudah dapat dinikmati di 47 kota di Indosanesia. Hingga akhir tahun, Indosat berkomitmen untuk menggelar layanan di 91 kota di Indonesia.
"Target kami 1,2 juta pelanggan hngga akhir tahun ini. Kami memiliki infrastruktur yang jelas dan komitmen ekspansi. Namun bagaimana kami bisa mencapai taget itu jika interkoneksi saja terhambat dibuka," pungkas dia.
(srn)