Senin, 08 September 2008

Science

Tidak Mampu Beli Viagra, Makan Semangka Saja

Rabu, 23 Juli 2008 - 11:35 wib

Sarie - Okezone


TEXAS - Sebuah penelitian membuktikan bahwa semangka memiliki khasiat yang sama dengan obat disfungsi ereksi Viagra. Hal ini dikarenakan Semangka juga memiliki kandungan asam amino bernama citrulline.

"Kami baru saja menemukan bahwa buah semangka ternyata memiliki kandungan citrulline yang cukup banyak. Setara dengan kandungan citrulline yang ada dalam satu buah pil Viagra," ujar Direktur Pusat Pengembangan Buah dan Sayur dari Universitas Texas, Bhimu Patil, seperti dikutip melalui Web MD, Rabu (23/7/2008).

Menurut Patil, amino acid citrulline dapat berubah menjadi amino acid arginine. Senyawa terakhir ini dianggap sebagai cikal bakal senyawa asam oksida (Nitric Oxide) yang akan membantu proses pembesaran pembuluh darah.

Patil memaparkan bahwa mengkonsumsi 10 buah semangka (4 liter cairan semangka) sama halnya dengan mengonsumsi 150 miligram citrulline. Namun sayangnya, untuk menghasilkan efek sehebat Viagra, Patil menyarankan untuk sesering dan sebanyak mungkin mengonsumsi semangka.

"Dibutuhkan banyak sekali semangka untuk meningkatkan kapasitas senyawa arginine yang setara dengan Viagra. Delapan liter jus semangka setiap hari selama seminggu mampu meningkatkan kapasitas arginine di dalam tubuh hingga 11 persen," ujar profesor ilmu kedokteran Universitas Southern California, Roger Clemens.

Selain citrulline, semangka juga memiliki kandungan potasium, phytonutrients, lycopene, betacarotene dan kandungan kalori yang rendah.

"Tambahkan sedikit garam di dalam jus semangka tersebut lalu rasakan hasilnya," saran Clemens. (srn)

BeLOG

Fupei: Situs Jaringan Sosial Rasa Indonesia

Fupei: Situs Jaringan Sosial Rasa Indonesia Friends Uniting Program Especially Indonesia (Fupei) adalah sebuah website komunitas yang berisi tentang jurnal persahabatan dan kreatifitas di internet, dikhususkan untuk kalangan Indonesia

WIRED WORLD?

Nama Pun Bisa menjadi Magnet Spam

Nama Pun Bisa menjadi Magnet Spam Peneliti dari Cambridge University, Inggris melansir hasil penelitian yang menyatakan nama seseorang di e-mail mempengaruhi pengiriman Spam ke alamatnya e-mailnya