Selasa, 07 Oktober 2008

Computer & IT

Lintasarta Bantu Industri Otomotif Maksimalkan Sistem Aplikasi

Kamis, 24 Juli 2008 - 13:37 wib

Muhammad Candrataruna - Okezone


JAKARTA - PT Aplikanusa Lintasarta menyatakan siap untuk bekerja sama dengan para pelaku industri otomotif nasional dan semua pihak yang terkait dengan menyuguhkan sistem aplikasi seperti ERP, CRM dan sebagainya.

"Kita coba bantu baik perusahaan maupun industri otomotif mulai dari supplier sampai dengan financing meliputi effisiensi, simplifikasi, produktivitas, mobilitas, service excelence dan kesinambungan bisnis perusahaan," kata Direktur Usaha PT Aplikanusa Lintasarta Samsriyono Nugroho, dalam jumpa media di Hotel JW Marriot kemarin, Kamis (24/7/2008).

Pada umumnya perusahaan-perusahaan yang menjadi klien Lintasarta sudah menggunakan sistem aplikasi ERP, CRM, dan semacamnya. Agar berjalan optimal, Lintasarta memiliki solusi-solusi pendukung yang bisa ditawarkan. "Seperti misalnya VPN Ezy High Speed Downlink Packet Access (HSDPA), Video Conference (VICON), Mobile Extension (MOBEX), dan Close User Group (CUG)," dia menuturkan.

Solusi VPN Ezy HSDPA, menurut Samsriyono, dapat diaplikasikan untuk fasilitas mobile office, credit approval online, dan micro lending yang sangat berguna bagi agen-agen industri asuransi, multifinance, maupun dealer-dealer yang mobile agar bisa terkoneksi dengan sistem sales force di perusahaannya.

Sedangkan VICON, ditengarai sebagai teknologi yang mampu membantu distance meeting maupun distance learning bagi manufacturer, distributor lokal, dealer-dealer, perusahaan multifinance, banking, maupun asuransi yang memiliki banyak kantor cabang.

Sementara MOBEX dan CUG menjadi solusi yang tepat untuk perusahaan yang ingin menghubungi karyawan-karyawan hanya dengan menggunakan nomor extention. Ini tentu saja dapat menekan biaya komunikasi telepon.

"Kita memfokuskan di perbankan dan finance dengan mempertebal nilai tambahnya, yakni dengan tidak hanya mengandalkan link saja, tetapi juga aplikasinya," tukas Samsriyono.

Pada kesempatan ini, Lintasarta bersama dua mitranya, Gramedia dan Danawa, meluncurkan Lintas Media Danawa, sebuah anak perusahaan Lintasarta yang mengelola konten tambahan (Value-added Service). Untuk saat ini, konten yang ingin dikembangkan di awal adalah gaming.

"Layanan VAS yang ditawarkan begitu variatif. Kami bertiga membagi-bagi tugas, Lintasarta memungkinkan adanya komunikasi data, Gramedia menyedikan fasilitas e-learning dengan buku-buku elektroniknya (ebook), dan Danawa yang memiliki cukup banyak lisensi game untuk ditawarkan," Samsriyono menjelaskan.

"Pada kategori multifinance, kita memiliki klien besar antara lain seperti PT Bussan Auto Finance (BAF), FIF, Adira, dan Tunas Redian. Sedangkan di kategori manufakturer dan beberapa distribusi lokal, klien kami di antaranya Astra, AHM, Kanzen, Astra Daihatsu Motor, dan Astra Otoparts," papar dia lebih lanjut.

Di samping itu, Lintasarta juga memiliki klien di kategori insurance, seperti misalnya Sinar Mas, ACA, Astra, dan Askrindo. "Intinya, semua industri makro rata-rata mendukung industri otomotif karena dinilai memiliki suku bunga, kurs, dan inflasi yang stable. Belum lagi didukung data pertumbuhan ekonomis Indonesia saat ini sangat dipengaruhi besar oleh transportasi dan telekomunikasi," tutur Samsriyono.

"Target kami, memperluas jaringan multifinance terlebih dulu, mungkin hingga 70-80 persen market share," tegasnya optimistis.

Dilaporkan hingga saat ini Lintasarta memiliki sekira 1.300 pelanggan. "Itu totalnya, bukan jumlah pelanggan yang sudah memutuskan untuk bekerja sama dalam program ini," pungkas Samsriyono. (srn)

BeLOG

Beoscope: Situs Video Sharing ala Indonesia

Beoscope: Situs Video Sharing ala Indonesia Di tengah maraknya pengakses video sharing YouTube, sekumpulan anak negeri membuat situs yang sama agar ketergantungan terhadap konten asing menurun sedikit demi sedikit.

WIRED WORLD?

Asyik SMS, Masinis Celakai Penumpang

Asyik SMS, Masinis Celakai Penumpang Kecelakaan kereta api Metrolink yang menewaskan 25 orang dan melukai 135 orang di Los Angeles, California, pertengahan September silam disinyalir akibat kelalaian masinis, Robert Sanchez yang sedang asyik ber-sms.
BERITA LAINNYA