Government Sector Manager IBM Indonesia Ruhryanto Nugroho
JAKARTA - IBM kali ini memperkenalkan solusi-solusi IBM yang terintegrasi dan terjangkau kepada instansi pemerintah. Sesuai dengan tema yang diusung, IBM Government Solutions Day, IBM berinisiatif untuk meningkatkan kesadaran pemerintah akan solusi-solusi TI menuju e-government.
"Ada empat tingkatan dalam transformasi government menjadi e-government, yakni online government, interactive government, integrated government, dan collaborative government," ujar Government Sector Manager IBM Indonesia, Ruhryanto Nugroho di Jakarta, Kamis (24/7/2008).
Menurutnya, Indonesia masih berada di tahap transformasi dari online government menjadi interactive dan integrated government.
"Beberapa instansi sudah ada yang meninggalkan web presence, dan beralih ke yang lebih interaktif, integrated, dan virtualized," terang Ruhryanto. Sedangkan collaborative government disegmentasikan oleh Ruhryanto untuk negara-negara yang sudah maju.
"Biasanya digunakan di negara-negara yang terbilang sudah mature di berbagai sektor. Sehingga mereka dimungkinkan untuk mengadakan konsolidasi antara pemerintah dan instansi-instansi lain, di mana konsumer merasa diuntungkan karena hanya cukup datang ke satu tempat saja untuk melakukan banyak hal," jelas Ruhryanto sambil mencontohkan sebuah instansi pemerintah yang berkonsolidasi dengan bank, asuransi, atau perusahaan energi.
IBM bersama-sama IBM Business Partner telah mengembangkan solusi-solusi TI khusus untuk pemerintahan dengan menggunakan platform IBM System x, IBM Bladecenter, dan IBM Storage System, yang khusus dirancang untuk kebutuhan badan pemerintahan seperti di antaranya adalah solusi ProMise (Procurement Management System) berupa aplikasi berbasis web yang membuat proses pengadaan lebih efektif, meliputi purchase request, procurement management, vendor management, dan contract management.
Selain itu masih terdapat pula solusi e-Office yang merupakan sistem manajemen proses kerja yang khusus dibuat untuk manajemen dokumen surat-menyurat dalam organisasi. Manfaat solusi ini adalah untuk meminimalisasi pemakaian kertas. Berikut solusi Filenet yang merupakan software pertama yang menyediakan konten terintegrasi, proses, dan compliance environment yang menawarkan fleksibilitas maksimal pada operasionalnya. Serta Intelligence Contact Center, sebuah kombinasi dari customer relationship management (CRM) dan teknologi multimedia yang dapat menyediakan segala bentuk layanan baik internal maupun eksternal selama 24 jam nonstop.
"Solusi-solusi tersebut ditawarkan IBM untuk melahirkan aplikasi framework untuk e-Gov, portal e-Gov, kelangsungan bisnis, dan recovery services," kata Ruhryanto.
Selanjutnya, dia pun memaparkan persoalan-persoalan yang dihadapi pemerintah dari sisi hardware, yang mana banyaknya server dan storage fisik justru menyulitkan pemerintah untuk memaintain.
"Belum lagi untuk memeliharanya, butuh biaya TI yang cukup besar," Ruhryanto menambahkan. Namun, menurut dia, untuk mengimplementasi solusi-solusi ini tentu saja diperlukan persetujuan dari pemerintah, baik dari jajaran menteri dan Dirjen.
"Sekarang ini, virtualisasi sudah ada beberapa instansi yang implementasi, mereka telah meminimalisir jumlah server," ucapnya.
Hingga saat ini, Ruhryanto mengaku bahwa implementasi solusi-solusinya terbentur dengan tiadanya regulasi pemerintah yang mengatur tentang penawaran sewa atau kontrak jasa pada pihak vendor.
(srn)