Computer & IT


Dijiplak Habis, Facebook Tuntut StudiVZ

Sabtu, 26 Juli 2008 - 10:23 wib
text TEXT SIZE :  
Muhammad Candrataruna - Okezone

RHODE ISLAND - Salah satu raksasa situs jejaring sosial asal Amerika Serikat Facebook menyatakan kekecewaannya atas peniruan ide, fitur, dan tampilan situsnya oleh salah satu situs serupa asal Jerman StudiVZ.

"Sesungguhnya kami benar-benar kecewa dengan studiVZ. Apa yang mereka lakukan tidak menghargai kreativitas kami," kata Deputy General Counsel Facebook Mark Howitson, seperti disitat Geek, Sabtu (26/7/2008).

Pendiri StudiVZ Ehssan Dariani beberapa waktu lalu mengaku ketika diluncurkan pada Oktober 2005 silam, dirinya kagum pada Facebook. Sejak itu dia bersama kedua temannya, mulai melakukan model pengembangan yang merujuk pada situs jejaring sosial asal Amerika Serikat tersebut.

Model itu tersebut ternyata berkembang hingga tampilan StudiVZ benar-benar identik dengan Facebook. Bahkan sejumlah besar pelajar di Jerman menyebut StudiVZ sebagai fakebook, sebuah kata plesetan dari Facebook.

"Sebelumnya, saya hanya ingin membuat situs kosmetik, tapi gagal. Akhirnya saya menemukan inspirasi untuk membuat situs jejaring sosial setelah melihat Facebook dan MySpace," aku Dariani.

Dengan modal 5.000 euro, atau setara dengan USD7.960, Dariani mampu membangun situs StudiVZ sampai menjadi sebuah situs jejaring sosial terbesar di Eropa hanya dalam hitungan bulan.

Kabarnya Facebook telah melayangkan gugatannya pekan lalu dengan menyebut studiVZ menjiplak habis tampilan dan layanan Facebook.

Sementara itu, sejumlah pelaku industri justru menghargai apa yang telah dilakukan StudiVZ dengan menyudutkan Facebook yang terlalu lama menyediakan versi internasional. Bahkan Facebook baru merilis versi Jerman Maret silam.

Gugatan itu pun disikapi Chief Executive studiVS Marcus Riecke dengan pembelaan. Dia mengatakan tuntutan Facebook itu tidak berdasar, yang mana kemudian dia memberikan amsal, "jika tidak mampu mengalahkan, lalu sampaikan tuntutan."

StudiVZ, yang merupakan singkatan dari Studienverzeichnis atau direktori pelajar dalam bahasa Indonesia, kini sudah dapat terlanjur besar karena kabar terakhir menyebutkan bahwa terdapat sekira 10 juta anggota studiVZ yang terdaftar di Jerman, Austria dan Swiss, yang mana setiap pekannya jumlah anggotanya bertambah sekira 100 hingga 1.000 user.(cdr) (srn)