Science


NASA Siap Beli HTV

Senin, 28 Juli 2008 - 12:47 wib
text TEXT SIZE :  

TOKYO - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) belum lama ini dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Jepang terkait rencana pembelian pesawat kargo luar angkasa The H-2 Transfer Vehicle (HTV) seharga USD131 juta (Rp1,19 triliun).

Jika ada kesepakatan, hal ini akan menjadi sejarah perkembangan luar angkasa terbesar bagi Negeri Matahari Terbit. Menurut laporan harian Yomiuri, mengutip pejabat Badan Antariksa Jepang (JAXA) yang enggan disebutkan namanya, kebijakan tersebut untuk mendukung program pengistirahatan pesawat ulang-alik NASA pada 2010 mendatang.

"Negosiasi tentang pembelian itu sudah dilakukan sejak Februari," tulis Yomiuri. HTV merupakan pesawat kargo luar angkasa tak berawak yang dibuat atas kerja sama antara JAXA dengan sejumlah perusahaan lokal, termasuk Mitsubishi Heavy Industries Ltd dan Mitsubishi Electric Corp. Namun, megaproyek itu melibatkan sejumlah ahli dari NASA.

Pesawat canggih ini mampu mengangkut beban seberat enam ton ke luar angkasa. HTV sangat berguna untuk membawa berbagai kebutuhan astronot yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Selama ini salah satu pesawat ulang-alik yang terlibat dalam pembangunan ISS adalah Discovery. HTV diharapkan dapat diperkenalkan pada musim gugur mendatang.

Rencananya HTV akan bertugas setahun sekali. Jepang saat ini sangat serius mengembangkan proyek luar angkasanya. Ini tak lepas dari perlombaan luar angkasa yang dilakukan negara-negara raksasa, termasuk Rusia dan China. Apalagi, China pada pertengahan Januari 2006 silam berhasil mengembangkan teknologi laser yang mampu menembak jatuh satelit.

Sementara itu, seakan tak mau ketinggalan, pemerintah Brasil juga berupaya keras memperkuat teknologi luar angkasanya. Pada 2011, Negeri Samba akan meluncurkan sebuah satelit luar angkasa untuk memantau penggundulan hutan dan ekspansi perkotaan di seluruh dunia. Satelit yang dinamai Amaz?nia-1 ini rencananya akan membawa kamera beresolusi tinggi buatan Inggris.

Amaz?nia-1 adalah satelit luar angkasa yang hasil pantauannya bisa langsung dilihat dari stasiun Bumi, yang 100 persen buatan Brasil. Satelit tersebut dibuat Institut Penelitian Luar Angkasa Nasional Brasil dan dibiayai sepenuhnya oleh perusahaan-perusahaan milik pemerintah.

Kegunaan dari pencitraan oleh satelit terkait pemetaan kawasan terpencil, pemantauan kawasan pesisir,dan lokasi bencana. Hasil potret satelit akan memudahkan upaya pemantauan kegiatan pembalakan liar di hutan-hutan, terutama sekali untuk kawasan Amazon dan Kongo, hutan hujan tropis terbesar kedua yang masih tersisa di bumi. (sindo//srn)

o1 o2

Berita Lain

BERITA LAINNYA
o3 o4