Telecommunication


Penurunan Tarif Internet, Masih Diskusi

Kamis, 31 Juli 2008 - 12:20 wib
text TEXT SIZE :  
Sarie - Okezone

JAKARTA - Penurunan tarif internet yang rencananya akan dimulai akhir bulan ini terancam molor. Pasalnya pihak-pihak terkait masih mendiskusikan skema penurunan tarif yang akan digunakan.

"Saat ini masih dibentuk kelompok kerja (pokja) antara regulator dengan para pelaku di industri guna membahas permintaan pemerintah tersebut," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh, di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Nuh, permintaan pemerintah tersebut merupakan hal yang wajar karena struktur tarif yang mempengaruhi layanan internet cenderung mengalami penurunan dalam jumlah signifikan.

"Kondisi yang ada semuanya mengalami penurunan. Sewa link internasional pun turun menjadi sekira USD1000. Jadi, saya rasa permintaan pemerintah ini wajar. Tetapi saya tidak mau memaksa dengan mengeluarkan kebijakan berupa peraturan menteri. Biarkan dengan diskusi, industri memutuskan bagaimana skema penurunannya," katanya.

Hal yang sama pun terlontar dari Ketua Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Sylvia Sumarlin. Menurutnya, saat ini diskusi untuk menentukan skema tarif internet masih berlangsung.

"Kami masih berdiskusi dengan regulator tentang skema penurunan tarif koneksi internet. Kami belum bisa menentukan besaran penurunannya karena kami belum mendapatkan komitmen penurunan tarif sewa jaringan lokal dari operator penyelenggara jaringan," ujarnya.

Menurut Sylvia, meskipun dua operator besar, yang terdiri dari Telkom dan Indosat, telah memberikan penurunan tarif sewa jaringan tapi APJII belum bisa menghitung angka bisnis layanan tersebut ke depan. Hal ini dikarenakan operator penyedia jaringan belum mengeluarkan komitmen angka 'real' penurunan tarif sewa jaringan kepada kumpulan penyedia jasa internet tersebut.

Hingga sekarang diskusi masih berjalan alot dan ada kemungkinan penurunan tarif molor dari jadwal yang ditentukan yakni 31 Juli 2008.

"Kita baru mendengar masukan dari para PJI. Belum dari operator penyelenggara jaringan. Saya tidak mau bilang jadwalnya molor. Karena setiap hari ada kemajuan yang signifikan," tandas Ditjen Postel Basuki Yusuf Iskandar.

Diyakini para penyedia jasa internet, pemicu dari mahalnya tarif internet karena kelangkaan backbone lokal yang menghubungkan ke Hub internet internasional seperti ke Singapura atau Malaysia. Kondisi seperti ini memang tidak terlalu kentara di Jakarta. Namun jika mencakup luar Jakarta, dengan kelangkaan serat optik, maka tarif data akan menjadi lebih mahal karena pemain jaringan tertutup di wilayah tersebut masih sedikit.

Berdasarkan data, penurunan tarif sewa jaringan oleh Telkom yang dilakukan belum lama ini sebesar 47 hingga 83 persen. Ukurannya ditetapkan berdasarkan jarak backbone antarkota antar wilayah yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali Nusa Tenggara. Sedangkan pilihan kecepatan terdiri dari kecepatan 2 Megabyte per second (Mbps), kecepatan 8 Mbps, kecepatan 45 Mbps, dan kecepatan 155 Mbps. (srn)