Telecommunication


Telkom Berlakukan Tarif Flat Baru Flexi

Kamis, 31 Juli 2008 - 17:21 wib
text TEXT SIZE :  
Sarie - Okezone

JAKARTA - Telkom Grup mengumumkan penurunan laba bersihnya hampir 5 persen pada kuartal 1-2008. Namun demikian Telkom akan menurunkan tarif telepon hingga 30 persen dan tarif SMS hingga 70 persen.

Seiring dengan pengumuman tersebut Telkom juga menyatakan akan segera memberlakukan struktur tarif flat baru pada layanan Flexi.

"Kebijakan penetapan harga layanan Flexi ini merujuk pada Formula Peraturan Menteri Nomor 15 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Jasa Teleponi Dasar yang Disalurkan melalui Jaringan Tetap. Kebijakan ini menetapkan tarif dasar Flexi berdasarkan lima jenis layanan, yaitu hubungan antarsesama pengguna Flexi (OnNet), hubungan antara Fexi dengan telepon rumah kabel (PSTN, Public Switch Telephone Network) dan Fixed Wireless Access (FWA) Non Flexi, hubungan antara Flexi dengan layanan seluler (OffNet Mobile), serta hubungan pesan singkat (SMS)," ujar Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, di Jakarta, Kamis (31/7/2008).

Keputusan Telkom untuk memberlakukan tarif flat didasari berbagai pertimbangan. Pertama, tren pasar ke depan tampaknya akan lebih memilih pendekatan tarif dengan struktur flat. Kedua, struktur flat yang sederhana akan mudah diingat sehingga membantu pelanggan dalam mengendalikan biaya komunikasinya. Ketiga, dengan semakin banyaknya operator yang juga memberlakukan tarif flat, maka pemberlakuan tarif flat pada Flexi akan memudahkan pelanggan Flexi melakukan perbandingan. Keempat, membuat posisi TELKOM dalam peta persaingan bisnis telekomunikasi semakin kompetitif.

Namun demikian Eddy Kurnia mengakui bahwa penyederhanaan tarif ke dalam struktur flat membawa konsekuensi sulitnya mempertahankan seluruh besaran harga dari struktur tarif yang lama. Akibatnya, besaran tarif pada beberapa jenis layanan mengalami perubahan. Contoh jenis layanan hubungan yang di-flat-kan yaitu hubungan OffNet Flexi Classy dengan Seluler Non-Lokal yang semula Rp400 hingga Rp1250 per 30 detik menjadi Rp625 per 30 detik.

Bahkan tarif SMS dari Flexi Classy ke operator lain mengalami penurunan dari semula Rp250 per SMS menjadi Rp136 per SMS. Demikian juga tarif SMS Flexi Trendy ke operator lain turun dari semula Rp318 per SMS menjadi Rp150 per SMS.

Eddy Kurnia yakin bahwa struktur tarif baru Flexi akan membuat posisi Flexi semakin atraktif bagi pelanggan, terutama karena Flexi saat ini merupakan pemegang pangsa pasar terbesar dengan jumlah pelanggan mencapai sekira 7,5 juta satuan sambungan.

Dalam RUPS yang diadakan hari ini di Gedung Telkom, jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Telkom menyatakan bahwa pelanggan tetap telepon kabel Telkom tidak mengalami perubahan yang berarti. Hal ini dikarenakan kecenderungan penggunaan telepon seluler yang semakin marak sehingga pamornya mengalahkan telepon kabel.

Kemudian, tidak hanya menurunkan tarif FWA, Telkom pun menyataan rencananya untuk menurunkan tarif interlokal hingga 30 persen pada bulan September atau Oktober tahun ini. Namun konsekuensinya, biaya Roaming Internasional direncanakan akan naik, khususnya bagi negara-negara tujuan TKI.

Lalu dalam pemaparannya tersebut pun dikabarkan bahwa biaya Operation and Maintenance (O&M) Telkom akan bertambah seiring dengan rencana penambahan pembangunan jumlah BTS. Biaya OM Telkom akan meningkat hingga 10 persen dan Telkomsel mendapat peningkatan alokasi dana sekira 22 persen. Nantinya, pada kuartal kedua ini, pembangunan BTS-BTS tersebut akan difokuskan di daerah-daerah di Kalimantan dan Indonesia bagian timur. (srn)