CALIFORNIA - Meski dipandang sulit, kehadiran Linux Standards Base (LSB) versi 4.0 yang akan diluncurkan pada akhir 2008 ini diharapkan mampu melakukan standarisasi untuk menyamakan komponen dari sejumlah distro Linux.
Berbedanya aplikasi yang diberikan oleh para distro Linux disinyalir menjadi salah satu kendala perkembangan Linux itu sendiri yang mana LSB dalam beberapa tahun terakhir telah berusaha melakukan standarisasi tersebut.
Jika LSB 4 bisa diadopsi maka akan mampu menjadi gelombang baru bagi pengembangan distribusi Linux diseluruh dunia. "Salah satu alasan kami mengapa LSB kurang diminati adalah karena tidak adanya ekspektasi," tukas executive director dari The Linux Foundation Jim Zemlin, seperti dilansir InternetNews, Sabtu (2/8/2008).
Menurut Zemlin, standarisasi menjadi langkah penting dalam LSB 4.0 karena itu akan menguntungkan komunitas dari Linux itu sendiri.
Kabarnya LSB akan melakukan sejumlah definisi seperti APIs dan libraries yang mana sebuah vendor bisa mengembangkan port aplikasi sesuai apa yang telah diberikan sertifikasi dalam standarisasi LSB.
Pebruari 2008 silam, The Linux Foundation telah melakukan update terakhir dari LSB versi 3.2.
Sementara itu, Zemlin juga menggambarkan bagaimana selama 18 bulan terakhir 50 tenaga ahli bekerja keras untuk mengembangkan LSB 4 di Moskow, Rusia.
"Linux di masa depan adalah bagaimana mereka bisa melakukan tes secara acak dengan baik," kata Zemlin yang menyebut proyek Ruby sebagai salah satu pilot proyek pengembangan.
Di LSB 4, the Linux Foundation telah melakukan kerjasama komplementer dengan Linux Developer Network platform yang akan memberikan sejumlah tool untuk menulis sebuah aplikasi berbasis Linux dengan mudah.
LSB 4 sendiri dirancang untuk untuk dimandatkan ke semua distro agar semuanya bisa disejajarkan.(cdr)
(srn)