JAKARTA - PT Jababeka bekerja sama dengan Tidar Heritage Foundation hari ini meluncurkan buku bertajuk Reinventing Indonesia: Menemukan Kembali Masa Depan Bangsa. Buku yang melibatkan sekira 24 penulis ini kabarnya juga akan dirilis secara digital (ebook).
"Untuk sementara ini perlu dikumpulkan orang-orang tertentu yang memberikan apresiasi pada karya ini. Akan diadakan forum-forum seperti ini sampai cukup pertimbangannya untuk menerbitkan versi elektronik. Yang jelas, kalau berhasil buku ini pasti akan didistribusikan secara elektronik," urai Presiden Direktur PT Jababeka SD Dharmono di sela-sela peluncuran buku Reinventing Indonesia di Menara Batavia, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2008).
Reinventing Indonesia bermaksud menggagas kembali secara lebih positif masa depan Indonesia. Buku ini ditulis oleh 24 penulis yang masing-masing memiliki keahlian tertentu, dan yang pasti mereka memiliki kepedulian terhadap negara dan bangsa Indonesia.
Ke-dua puluh empat penulis tersebut di antaranya Abdul Munir Mulkhan, Azyumardi Azra, Sukardi Rinakit, Imam B Prasodjo, Daniel Dhakidai, Putut Widjanarko, Yasraf Amir Piliang, Abdul Hadi WM, Jusuf Sutanto, Fachry Ali, Yudi Latif, Radhar Panca Dahana, Danarto, Jamal D Rahman, Manuel Kaisiepo, A Malik Gismar, Rajasa Mu'tasim, Putu Wijaya, Rani Anggraeni Dewi, Natalia Soebagjo, M Bambang Pranowo, Mudji Sutrisno, Haidar Bagir, Budi Susilo Soepandji.
Kumpulan 24 artikel itu kemudian dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, yaitu menggagas ada dan siapa Indonesia, bagian ke-dua mengenai Reinventing Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan bangsa, dan bagian ke-tiga berkisah tentang refleksi atas elemen-elemen bangsa Indonesia.
"Untuk tahap awal, buku ini akan dicetak sekira sekira satu juta eksemplar. Diharapkan mampu untuk membangkitkan kembali semangat kebangkitan nasional agar bisa didefinisikan ke seluruh elemen masyarakat, termasuk karyawan dan mahasiswa," terang Dharmono.
"Sehingga nilai-nilai budaya Indonesia yang sesungguhnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh para pimpinan perusahaan dan mahasiswa," tambahnya.
Di samping itu, Dharmono memaparkan, pada tahap ini distribusi yang ditempuh adalah semacam MLM. "Karena jumlahnya terbatas, jadi baiknya ilmu yang didapat dari buku ini diedukasikan ke orang-orang sekitar. Pimpinan perusahaan sebaiknya mengedukasi nilai-nilai Reinventing Indonesia ke para karyawannya. Sedangkan mahasiswa bisa mengedukasi ke teman-temannya, untuk menjadi bahan diskusi misalnya," pungkas dia.
(srn)