Menkominfo Muhammad Nuh didampingi Guntur Siboro di booth Indosat
JAKARTA - Indosat menyatakan kesiapannya menghadapi era gaya hidup digital menuju era konvergensi di Indonesia, dengan menyediakan berbagai layanan berbasis content broadband yang didukung dengan jaringan berbasis Internet Protocol (IP).
"Era konvergensi yang didahului dengan tren gaya hidup digital, merupakan suatu keniscayaan yang akan kita lalui dalam perkembangan teknologi telekomunikasi yang mendukung kehidupan sehari-hari. Indosat telah sejak lama membaca tren ini dan terus bersiap untuk menghadapi era ini dengan memberikan berbagai layanan yang mendukung terciptanya gaya hidup digital," ujar Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro saat memberikan presentasinya di seminar Digital Lifestyle pada ajang INAICTA 2008 di Jakarta Convention Center, Kamis (7/8/2008).
Layanan content yang disediakan untuk mendukung gaya hidup digital ini antara lain layanan 3G Broadband dan fitur-fitur layanan seperti i-lifestyle, i-games, i-movie, i-sport, i-business, i-religi, dan i-musik.
Dalam presentasi yang mengambil tema Digital Lifestyle Trends in Indonesia, Guntur Siboro memaparkan bahwa aspek gaya hidup digital semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Dari sisi industri telekomunikasi, tren ini mulai terlihat dari antusiasme pengguna jasa telekomunikasi yang berkembang dengan cepat di semua segmen dan dengan mudah menyerap berbagai perkembangan layanan ini, baik dari sisi teknologi perangkat maupun content seperti layanan SMS based content, mobile TV, e-banking, m-banking, video on demand, music on demand, dan lain-lain.
"Data tentang pemakai jasa telekomunikasi di Indonesia menunjukkan bahwa semua segmen profesi di masyarakat menunjukkan minat yang tinggi untuk menggunakan layanan internet berkecepatan tinggi dan music on demand. Hal ini merupakan peluang bisnis untuk mengembangkan layanan content broadband industri telekomunikasi," tambah Guntur.
Perkembangan gaya hidup digital ini menciptakan masyarakat digital atau 'digital customers' yang membutuhkan content dan aplikasi sesuai kebutuhan mereka secara cepat, kapan pun dan dimana pun. Hal ini menjadi tantangan bagi pelaku industri telekomunikasi untuk bisa memiliki berbagai kompetensi di luar kompetensi utama mereka.
"Pada akhirnya perubahan value chain di era konvergensi dan dampaknya akan merubah business model dan memberikan keuntungan yang dapat diraih para pelaku industri telekomunikasi melalui sinergi dan kerjasama," tambah Guntur S. Siboro.
(srn)