JAKARTA - XL telah menentukan sembilan calon pemenang untuk mengambil alih 7.000 unit menaranya. Hal itu disampaikan oleh Dirut XL Hasnul Suhaemi.
Namun, dia tidak memberikan informasi detail mengenai nama-nama calon pemenang tersebut. Tapi, menurutnya, setengah dari calon pemenang adalah perusahaan asing.
Dikarenakan peraturan yang mengharuskan menara dimiliki oleh perusahaan lokal, maka XL menyerahkan seluruh menara tersebut kepada calon pemenang, tanpa mengambil sedikit pun saham yang di dalamnya.
"Dulu memang kami menginginkan 25 persen dari saham tersebut, namun keputusan itu dibuat sebelum ada peraturan. Sekarang dengan adanya peraturan yang mengharuskan usaha menara tersebut secara mayoritas dimiliki oleh perusahaan lokal, maka kami menyerahkan seluruhnya, kami siap menuruti peraturan yang ada," kata Hasnul Suhaemi saat ditemui wartawan usai acara konferensi pers Transfer Instant XL di Hotel Shangri-La, Kamis (14/8/2008).
Menurut Hasnul, dalam waktu satu-dua bulan ke depan, mereka akan menentukan pemenangnya. Nantinya total penjualan 7.000 menara tersebut, dengan asumsi per unit menara sebesar Rp1 miliar, XL akan menggunakannya untuk dana investasi dan menutupi utang-utang XL (re-finance).
Berdasarkan data yang dipaparkan Hasnul, saat ini XL masih memiliki utang sekira Rp12,1 triliun. Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa XL akan membangun 3.000 BTS lagi dalam dua tahun ke depan dengan dua opsi pembangunan.
"Pertama, jika memang pemilik menara yang baru mampu membangun 3.000 BTS tersebut, maka kami akan menyewa saja dari si pemilik menara. Namun jika mereka tidak mampu membangun, maka kami yang akan membangunnya," pungkas Hasnul.(cdr)
(srn)