JAKARTA - Google Inc kemarin berpartisipasi dalam sebuah seminar dengan salah satu portal berita Indonesia dan perusahaan riset pasar Synovate. Seminar tersebut membahas secara umum bagaimana UKM Indonesia dapat mengambil keuntungan dari iklan online yang spesifik untuk pengembangan bisnis mereka serta menemukan para pelanggan baru.
Bertempat di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, seminar ini merupakan acara Google pertama yang mempromosikan iklan online di Indonesia dan menarik lebih dari 280 peserta yang berasal dari berbagai industri, mulai dari biro perjalanan, ekspor hingga ritel.
Associate Director PT Synovate Indonesia Eva Yusuf, yang membuka acara tersebut, memberi gambaran tentang lanskap Internet yang sedang bertumbuh pesat di Indonesia.
Sementara itu, Marketing Manager Google Inc Asia Tenggara Derek Callow menutup acara dengan pembicaraan mengenai Google AdWords, platform iklan online dari Google.
Platform iklan ini memungkinkan para pebisnis mempromosikan produk dan layanan mereka dengan cara memasang iklan yang relevan berdasarkan apa yang dicari oleh pengguna Internet.
"Menurut penelitian kami, ada lebih dari 23 juta pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2007, dan ini diproyeksikan akan tumbuh lebih dari 16 persen sampai hampir 27 juta pengguna pada akhir tahun ini," kata Yusuf.
"Tren Internet ini mengisyaratkan lebih besarnya peluang usaha untuk UKM jika beriklan secara online dengan membidik para pengguna Internet yang terus bertambah di Indonesia serta para pelanggan di luar negeri," imbuhnya.
Sementara itu, Callow menyatakan bahwa iklan online dan khususnya pasar pencarian, dapat menjadi pemicu yang besar bagi pertumbuhan bisnis hampir 50 juta UKM Indonesia. "Dan Google AdWords adalah salah satu pilihan platform iklan online yang hemat biaya dan tepat sasaran yang tersedia saat ini," kata Callow.
"Dengan penawaran minimum Rp90 per klik dan tayangan iklan gratis, Google AdWords membantu UKM menemukan pelanggan online yang relevan melalui jaringan iklan kami yang mampu menjangkau 78 persen pengguna Internet di seluruh dunia," pungkas dia.(cdr)
(srn)