Telecommunication


Di India, ISP dan Operator Bertarung Sengit

Selasa, 26 Agustus 2008 - 15:02 wib
text TEXT SIZE :  
Magfirah Ahdarini Sipahutar - Okezone

NEW DELHI - Persaingan sengit sedang terjadi di India antara provider internet dan operator telepon seluler. penyedia layanan internet menyatakan mampu menawarkan tarif komunikasi murah ketimbang layanan operator seluler.

Adalah para penyedia layanan internet di India (Internet Service Provider/ISP) yang sedang menyiapkan 'hajat besar' menyusul prediksi keuntungan yang tidak sedikit. Namun tak semua pihak bersorak kegirangan dengan inovasi baru yang disebut-sebut sebagai era baru bertelepon murah.

Operator telekomunikasi yang lebih dulu eksis merasa dicurangi dengan kedatangan ISP karena mereka wajib membayar biaya operasional pasar yang tinggi sedangkan ISP tidak akan dipungut biaya sepeser pun. Keberatan itu didukung pula oleh Asosiasi Operator Selular India (Cellular Operators Association of India) yang diwakili TV Ramachandran.

"Sangatlah tidak adil mengizinkan ISP beroperasi tanpa biaya tambahan sedikit pun sedangkan perusahaan telepon yang lain harus membayar mahal," tegas Ramachandran seperti dikutip melalui Associated Press, Selasa (26/8/2008).

Menurut informasi dari Departemen Telekomunikasi India, para operator yang lebih dulu berdiri dikenai biaya operasional sebesar 16,5 milyar rupe atau sekira USD37,7 juta.

Dengan hadirnya layanan di bawah pengawasan Telecom Regulatory Authority of India ini, warga India bakal merasakan mudah dan enaknya bertelepon ria dengan koneksi internet ke telepon rumah, ke ponsel dan sebaliknya.

Tarif telepon diramalkan akan turun drastis karena layanan ini dibandrol sangat murah. Bahkan untuk sambungan langsung internasionl (SLI) bakal turun menjadi 1-2 rupee per menit dari yang awalnya 7 rupee. Sedangkan untuk sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) dapat turun hingga hanya setengah rupe per menit. Sangat mungkin suatu hari nanti sambungan lokal akan gratis.

Ditilik lebih jauh, sebenarnya rencana ini berefek positif karena membawa sektor telekomunikasi India, yang sudah tertinggal jauh, ke arah kemajuan mengikuti tren global dengan layanan berbasis Internet yang memang sangat populer. Apalagi pemerintah India sedang giat-giatnya meningkatkan penggunaan broadband, terutama di daerah-daerah pedesaan miskin.

Namun masyarakat India tampaknya harus bersabar. Layanan fantastis ini membutuhkan waktu lama untuk direalisasikan menunggu dibangunnya jaringan telepon yang stabil dan lampu hijau dari para operator telekomunikasi.

Sebenarnya para operator tersebut tak perlu khawatir karena jaringan ISP bergantung pada operator telekomunikasi tersebut untuk meneruskan sinyal. Win-win situation bakal tercapai karena 85 persen pendapatan ISP akan dibagi ke operator lainnya.

Di India terdapat 4,38 juta pelanggan internet di India, yang diantaranya terdapat 287 juta pengguna internet mobile dan 38,9 pelanggan telepon rumah. (srn)