KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia memblokir akses situs berita yang beseberangan dengan pemerintah. Pasalnya situs tersebut dianggap selalu memberikan kritikan tajam dan laporan-laporan sensional.
Seperti dilansir Associated Press, Jumat (30/08/08), Komisi Telekomunikasi dan Multimedia Malaysia mengeluarkan perintah kepada penyedia layanan internet lokal untuk memblokir akses situs berita Malaysia Today. Pemblokiran tersebut dilakukan karena isu yang diangkat sangat sensitif dan dianggap dapat merusak citra penegakan hukum di Malaysia.
Situs yang diblokir itu, merupakan situs yang dikelola Raja Petra Kamarudin, tokoh Malaysia yang sering mengkritik kebijakan pemerintah resmi, dan penyimpangan yang dilakukan pejabat pemerintah.
"Pemblokiran situs itu merupakan salah satu gerakan dari pemerintah untuk membungkam saya, tetapi itu tidak akan menghentikan saya," ujar Raja Petra. Ia kemudian menambahkan bahwa kebijakkan itu justru membuktikkan ketidaktahuan pemerintah tentang bagaimana cara mengontrol penggunaan Internet.
Sementara itu, banyak kalangan menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk pengingkaran janji pemerintah terhadap kebebasan berekspresi di dunia Cyber.
Chief Editor harian The Star, Wong Chun Wai mengatakan bahwa pemblokiran situs adalah sesuatu hal yang menggelikan. Jika itu terjadi pada Raja Petra maka itu juga bisa terjadi pada blogger lainnya.
"Dalam sebuah demokrasi kita tidak harus sepakat satu dengan yang lain, tapi harus menghargai hak setiap orang untuk menyatakan pendapatnya," ujar Wong.
Berbeda dengan Wong, Menteri Dalam Negeri Malaysia Sayed Hamid Albar mendukung pemblokiran situs tersebut.
"Setiap orang adalah subjek hukum termasuk website dan blog," katanya. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com