CEO Apple Steve Jobs dengan iPhone
SAN FRANSISCO - Situs berita Bloomberg sempat diprotes penggemar Steve Jobs. Pasalnya, Bloomberg membuat Obituari Steve Jobs meskipun pendiri Apple tersebut masih hidup.
Obituari merupakan sebuah berita kematian seseorang yang biasanya dilengkapi dengan riwayat hidup orang tersebut. Awalnya, Bloomberg berinisiatif membuat obituari Steve Jobs sebagai langkah antisipasi jika suatu saat terjadi sesuatu hal yang terburuk pada Jobs. Namun pihak Bloomberg malah mempublikasikan obituari tersebut lebih awal.
Dalam obituari gadungan tersebut, seperti dilansir Cnet, Kamis (29/8/2008), Bloomberg menyertakan pernyataan berisi kesan dan pujian dari beberapa kolega bisnis Jobs, seperti Apple co-founder Steve Wozniak, Oracle CEO Larry Ellison, dan tak ketinggalan bos besar Microsoft Bill Gates. Mereka memuji prestasi Jobs yang membuat penggunaan PC semudah bertelepon, membantu perkembangan film animasi dengan inovasinya, mempopulerkan musik digital, serta mereformasi ponsel menjadi jauh lebih baik.
Kesalahan yang murni human error ini membuat spekulasi tentang kesehatan Jobs menjadi hangat lagi. Sebelumnya, ketika menghadiri Worldwide Developers Conference pada bulan Juni kemarin, Jobs terlihat tampak kurus. Hal inilah yang kemudian menimbulkan banyak selentingan miring. Peristiwa itu pula yang sempat melahirkan tuntutan dari para blogger dan kritikus, agar pihak Apple mengeluarkan pernyataan resmi menyangkut kondisi kesehatan Jobs yang sebenarnya kepada para pemegang saham.
Sebagai informasi, Jobs divonis mengidap kanker pankreas selama sepuluh tahun terakhir ini dan pada awal penyakitnya dulu, hal itu ia rahasiakan sendiri selama 9 bulan sambil ia mencari pengobatan alternatif. Kini dikabarkan ia telah berhasil melewati masa-masa kritis dan kembali sehat.
Kehadiran obituari yang terlalu dini ini dipersepsikan sebagian penggemar Jobs sebagai sebuah pengharapan agar Jobs segera mengakhiri usianya. Hal inilah yang kemudian membuat penggemar Apple geram.
(srn)