Firma riset iSuppli Corp memperkirakan, pasar LCD (liquid crystal display) global akan segera memulih pada September. Dalam tiga bulan terakhir, pasar LCD global dilanda kelesuan akibat ketidakmenentuan kondisi perekonomian.
"Namun, pemangkasanproduksi dan peningkatan permintaan televisi,monitor komputer desktop, dan komputer notebook akan menyeimbangkan supply dan demand pada September. Harga akan kembali menguat ketika permintaan meningkat," ujar Director LCD and Projections Research iSuppli Corp Sweta Dash.
iSuppli memaparkan, pada Mei lalu penjualan panel LCD besar (lebih dari 10 inci) di dunia meningkat 6,9 persen. Namun, pada Juni penjualan LCD itu turun 9,6 persen. Harga LCD untuk televisi dan monitor desktop maupun notebook turun antara 4 persen hingga 7 persen antara Mei hingga Juni.
Pada Juli, harga turun lagi antara 3 persen hingga15 persen dan pada Agustus, harga itu kembali turun antara 4 persen hingga 20 persen. Akibat penurunan harga bertubi tubi itu, laba para produsen LCD nyaris terpangkas habis. Karena itu, para produsen mulai memangkas produksi. Namun, optimisme yang disuarakan iSuppli tidak mampu menenangi hati para produsen. Raksasa elektronik Korea Selatan LG Electronics Inc memperkirakan, kelesuan penjualan televisi LCD global akan berlanjut hingga 2009.
Akibat kelesuan pasar, para produsen utama televisi dunia, yakni Samsung Electronics Co Ltd dan Sony Corp, memangkas harga besar-besaran. Namun, Presiden LG Display Co Ltd Simon Kang menyatakan, LG tidak akan turut serta dalam perang harga tersebut. Akan tetapi, Kang memperkirakan, pada semester kedua (Juli-Desember) 2008 harga televisi akan turun signifikan.
iSuppli mengungkapkan, para produsen televisi LCD harus meningkatkan ekspansi ke pasar berkembang untuk meningkatkan penjualan. iSuppli mengungkapkan, pasar berkembang seperti Asia Tenggara akan menjadi sumber pertumbuhan baru pasar televisi LCD dunia. iSuppli mendefinisikan Asia Tenggara sebagai Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura, Brunei, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Macau.
"Perekonomian perekonomian tersebut tampak lebih kuat menahan dampak kelesuan ekonomi global," sebut analis iSuppli Corp Riddhi Patel. Dalam penilaian iSuppli, Asia Tenggara akan mendorong penjualan televisi LCD global karena banyak penduduk wilayah itu belum memiliki televisi LCD. iSuppli memperkirakan, penjualan televisi LCD di Asia Tenggara akan meningkat menjadi 13,5 juta unit pada 2012, dari 1,6 juta unit pada 2007. Artinya, pasar itu mampu meraih pertumbuhan tahunan rata-rata 53,9 persen.
Pertumbuhan volume penjualan (unit) televisi LCD dibarengi pula dengan pertumbuhan pendapatan. iSuppli memperkirakan, pada 2012 pendapatan televisi LCD Asia Tenggara akan menembus USD6,3 miliar, naik rata-rata 38,6 persen per tahun dari USD1,2 miliar pada 2007. iSuppli mengungkapkan, pada saat ini pasar televisi Asia Tenggara masih didominasi CRT karena CRT memang lebih murah.
(sindo//srn)