Telecommunication


Badai Gustav Lumpuhkan Jaringan Seluler dan Internet

Rabu, 3 September 2008 - 15:23 wib
text TEXT SIZE :  
Magfirah Ahdarini Sipahutar - Okezone

NEW YORK - Listrik padam akibat serangan badai Gustav melumpuhkan jaringan seluler dan internet di Lousiana. Namun efek ini masih lebih ringan dibanding ketika badai Katrina 3 tahun lalu.

AT&T Inc. sebagai perusahaan utama telpon rumah di Lousiana sudah mengerahkan 2000 karyawannya untuk menaksir berapa banyak kerusakan sekaligus melakukan perbaikan. Sedangkan untuk jaringan seluler, hampir semua menara pemancarnya dihantam badai selagi beroperasi Selasa lalu. Perusahaan Verizon Wireless memaparkan bahwa sedikitnya 1 persen dari menara pemancar seluler mereka tidak bisa lagi beroperasi karena tidak ada daya listrik.

?Tenaga listrik merupakan masalah yang sangat berpengaruh terhadap jaringan kami,? keluh juru bicara Sprint Nextel Corp Stephanie Vinge-Walsh menanggapi pemadaman listrik, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (3/9/2008).

Sebagai solusi darurat untuk menyelesaikan masalah kekurangan daya, Selasa pagi kemarin  Sprint Nextel Corp menunggu izin dari yang berwenang untuk diperbolehkan masuk ke area yang dilanda badai sehingga perusahaan itu bisa menyambungkan generator portable ke lokasi yang terkena pemadaman dan mengisi ulang tangki bensin agar warga disana bisa mempunyai generator sendiri.

Selain karena dihantam badai, T-Mobile USA mengatakan bahwa mati listrik di Lousiana ini juga disebabkan karena masalah listrik komersial.

Badai Katrina ini telah banyak mengubah ritme kehidupan warga Lousiana. Kantor berita The Associated Press yang bermarkas di New Orleans terpaksa dipindahkan sementara ke Hammond karena terganggunya layanan telepon selama beberapa jam Selasa kemarin sehingga mengganggu kinerja para reporter yang akan melaporkan berita terkini.

Namun semua itu belum sebanding ketika dulu Badai Katrina menghantam New Orleans 29 Agustus 2005. Efek yang ditimbulkan badai mega dahsyat ini lebih besar, hingga mampu mendesak Federal Communications Commission untuk membuat keputusan agar setiap produsen seluler membekali setiap produk mereka dengan daya batere sekurangnya 8 jam.

Namun keputusan itu bukanlah keputusan yang menyenangkan bagi asosiasi industri nirkabel yang terdiri dari CTIA, Sprint, dan T-Mobile. Menurut mereka, untuk memenuhi syarat batere tahan hingga 8 jam di tiap ponsel baru sangatlah mahal dan bisa merenggut fleksibilitas mereka dalam membagikan generator di daerah-daerah sensitif. Oleh sebab itu asosiasi tersebut menuntut keputusan itu ke meja hijau sebelum benar-benar dialokasikan.

Sedangkan untuk masalah jaringan internet, menurut Renesys Corp, sebuah perusahaan yang bertanggung jawab mengelola jaringan Internet, tercatat bahwa internet sama sekali tidak bisa digunakan sejak badai Gustav mulai menyerang Senin lalu. Namun bila dibanding dengan masa Katrina dulu, hal ini masih lumayan.

Juru bicara Charter Marty Richmond mengonfirmasi kelumpuhan internet itu dan menjelaskan bahwa masalah teknis itu disebabkan pemadaman listrik, oleh sebab itu pihak mereka mohon agar diperbolehkan untuk mengevakuasi daerah yang tertimpa bencana.

Ternyata tidak semua mengalami kesulitan jaringan. Masalah internet macet tidak dialami Intercosmos Media Group Inc., yang bermarkas di pusat kota New Orleans. Perusahaan ini mengelola hampir 2 juta situs internet dan kehilangan hampir sepertiga bandwidth di hari pertama badai Gustav. Walaupun begitu, Intercosmos masih memiliki banyak cadangan kapasitas dan operasi kerja mereka tidak berpengaruh dengan badai.

Mereka hanya sempat mengalami mati listrik selama 10 menit di hari Selasa pagi dan harus mengandalkan generator diesel agar tetap beroperasi. Lagi-lagi, semua itu belum seberapa dengan efek Katrina yang membuat mereka harus melewati kegelapan selama 10 hari dan membuat mereka mengemis-ngemis bensin untuk bahan bakar kepada warga sekitar. Untungnya kerusakan karena Katrina itu tidak mematikan perusahaan tersebut. Chief Executive Intercosmos Sigmund Solares bahkan rela tinggal di New Orleans menunggu badai mereda namun bermasalah mengajak orang-orang sekitar untuk bekerja. (srn)