BEIJING - Pemerintah China mendesak pemerintah Pakistan untuk membantu mendesak militer Taliban membebaskan dua orang teknisi dari perusahaan penyedia jaringan ZTE.
"Kami telah meminta pihak Pakistan untuk membebaskan dua orang teknisi kami yang hilang diculik militer Taliban. Bahkan kami juga meminta pemerintah Pakistan agar mau menjamin keselamatan mereka," ujar juru bicara kementerian luar negeri China Jiang Yu, seperti dikutip Cellular News, Kamis (4/9/2008).
Dua teknisi tersebut bekerja untuk ZTE dan dikabarkan menghilang sejak tanggal 2 September kemarin. Mereka menghilang bersama dengan petugas keamanan yang menemaninya dan seorang pengemudi di dekat perbatasan Afganistan ketika mereka sedang memeriksa keadaan menara BTS milik operator China di Pakistan, Zong mobile. Hingga saat ini belum ada kabar mengenai aksi penculikan tersebut. Namun yang jelas, Taliban telah mengaku menculik kedua orang tersebut dan berniat untuk mengajukan tuntutan.
Militer Taliban memang tidak pernah bersahabat dengan media elektronik. Sejak kehadiran media elektronik, khususnya ponsel, Taliban sering merobohkan menara telekomunikasi milik operator di sana hanya karena kekhawatiran terhadap aksi mata-mata melalui frekuensi telekomunikasi. Bahkan Taliban juga merusak toko-toko retail ponsel yang menjual rington ataupun segala macam media pemutar musik. Mereka menganggap perangkat pemutar musik haram untuk digunakan di Pakistan.
(srn)