Computer & IT


target.com Berbenah Diri Demi Tuna Netra

Kamis, 4 September 2008 - 12:13 wib
text TEXT SIZE :  
Magfirah Ahdarini Sipahutar - Okezone

SAN FRANSISCO - Sebuah perusahaan software terbesar di Amerika, Target Corporation, baru-baru ini telah menyelesaikan perselisihan dengan National Federation of the Blind (NFB).

Selisih pendapat itu meributkan tentang diskriminasi kepada penyandang cacat tuna netra yang dilakukan Target Corporation. Masalah itu beres setelah Target membayar USD6 juta kepada NFB dan menjanjikan situs mereka, target.com, yang sekarang belum kooperatif untuk pembaca tuna netra, akan lebih mudah diakses.

Perbaikan teknis dengan menggunakan perangkat lunak screen reader sudah akan dimulai hingga Februari 2009 sehingga dengan segera situs tersebut bisa dinikmati semua kalangan, tak terkecuali tuna netra.

Setelah perombakan situs itu selesai, NFB akan rutin memeriksa target.com setiap 4 bulan sekali untuk memastikan layanan bagi tuna netra itu masih valid berjalan. Pengecekan ini akan dipandu oleh sebuah alat monitor otomatis, Wordspace, dengan diiringi 5 hingga 15 partisipan tuna netra.

Sebagai bukti keseriusan mereka berdamai, Target Corp. akan membiayai biaya monitoring yang dibayarkan ke NFB sebesar USD50.000 di tahun pertama dan USD40.000 untuk tahun berikutnya dalam periode 3 tahun.

Penggagas masalah ini, Bruce Sexton Jr. juga akan kebagian untung karena dari USD6 juta yang dibayarkan Target ke NFB, Sexton Jr. menerima USD20.000. Belum selesai sampai disitu, perusahaan yang sudah berdiri sejak 1902 itu juga akan membayar sesi pelatihan sebesar USD15.000 ke NFB untuk melatih karyawan Target dalam proses pengodean situs.

"Penyelesaian dengan jalan damai ini menandai sebuah awal baru untuk kemudahan para tuna netra dalam mengakses sebuah situs interenet," ujar Sexton dalam pernyataannya yang dikutip dari Associated Press Kamis (4/9/2008).

Nantinya Target berkewajiban melapor setiap perubahan yang mereka buat di situs mereka atau apapun masalah teknis yang terjadi kepada NFB.

Sexton dan NFB melayangkan gugatan mereka pertama kali pada Februari 2006 dan kasus mereka diklasifikasikan ke dalam class-action di bulan Oktober 2007. (srn)