Science


Teknologi Mampu Kenali Wine Asli

Kamis, 4 September 2008 - 15:57 wib
text TEXT SIZE :  
Magfirah Ahdarini Sipahutar - Okezone

PARIS - Hati-hati bila ingin membeli wine. Bisa jadi hanya botolnya saja yang asli tapi ternyata isinya palsu.

Masalah tersebut ternyata baru dialami seorang kolektor wine dari Jerman, Wiiliam Koch. Ia menuntut sebuah pengedar wine disana karena 4 botol wine yang ia beli seharga USD500.000 ternyata palsu. Rumor yang beredar, wine-wine tersebut pernah jadi milik mantan presiden Amerika Serikat Thomas Jefferson.

Menanggapi fenomena wine aspal alias asli tapi palsu, salah satu toko penjual wine langka di Inggris bekerjasama dengan ilmuwan nuklir di Perancis untuk menciptakan sebuah alat guna menyibak pemalsuan wine langka. Teknik yang diterapkan dalam penciptaan alat tersebut adalah mengarahkan pemindai ke botol wine, bukan ke wine, dan dari situ dapat diketahui berapa umur botol tersebut dan dari mana asalnya.

"Kami membandingkan botol yang mencurigakan dengan yang asli dari produsen. Komposisi kimiawi dari botol bekas berubah setiap waktu dan berbeda-beda dari tiap tempat," terang peneliti dari National centre for Scientific Research yang bertempat di Bordeaux (CNRS) Herve Guegan, seperti yang dikutip dari dari Agence-France Presse, Kamis (4/9/2008).

Berbeda dengan cara yang dilakukan CNRS, William Koch yang sudah menjadi korban pemalsuan bermaksud untuk mengombinasikan sinar ion dengan metode lain yang bisa mengecek tingkat isotop radioaktif dan cesium 137 yang terkandung di dalam wine. Teknik dari Koch ini ternyata tidak begitu efektif karena hanya mampu mengidentifikasi wine dari pertengahan abad 20. Teknologi lain yang dikembangkan untuk mengatasi pemalsuan wine adalah menggunakan tanda khusus dan hologram di label wine.

Wine langka memang menjadi komoditas prestisius bagi orang-orang berkantong tebal. Hal itu terlihat dari tingginya pemasukan The antique Wine Company, salah satu klien dari CNRS. Perusahaan ini menangani lebih dari 10.000 botol wine langka setiap tahun untuk melayani ribuan pelanggan dari seluruh penjuru dunia, dengan penjualan setiap hari sebanyak USD2.000 hingga USD10.000 dan bisa mencapai angka hingga USD100.000 atau sekira 70.000 euro bila bertepatan dengan momen istimewa seperti natal dan tahun baru. (srn)

o1 o2

Berita Lain

BERITA LAINNYA
o3 o4