Science


Car Free Day Berlaku Setiap Akhir Pekan

Jum'at, 12 September 2008 - 11:14 wib
text TEXT SIZE :  

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta berencana melaksanakan car free day atau hari bebas kendaraan bermotor menjadi setiap pekan.

Rencana tersebut menurut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo merespons permintaan masyarakat. Fauzi menilai permintaan tersebut adalah suatu hal yang membahagiakan. Sebab apabila pelaksanaan car free day dilaksanakan setiap pekan, udara bersih di Jakarta akan semakin meningkat.

"Tapi pelaksanaannya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini," kata Fauzi Bowo di Jakarta. Lebih lanjut, Fauzi melihat selama car free day dilaksanakan sebulan sekali ada peningkatan udara bersih di Jakarta.Untuk itu,dia mengharapkan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan car free day. Sebab selama pelaksanaannya, ada saja masyarakat yang melanggar. Bahkan pelaksanaan car free day memerlukan laboratorium bergerak untuk memonitor kualitas udara. Alat tersebut ditengarai memiliki harga yanng cukup mahal.

Pelaksanaan car free day untuk pertama kalinya akan dilaksanakan di Jakarta Timur, Minggu (14/9) mendatang. Nantinya, Jalan Pramuka akan ditutup untuk kendaraan bermotor pukul 06.00-14.00 WIB. Wali Kota Jakarta Timur Murdhani menyambut baik pemberlakuan kebijakan tersebut di wilayahnya.

"Persentase penurunan kandungan karbon pada pelaksanaan HBKB di Jalan Sudirman - Thamrin, 22 September 2007, sebesar 50,30 persen. Pada 30 Desember 2007 meningkat jadi 67,59 persen," ungkapnya. Ditegaskan Murdhani, yang terpenting dari kegiatan ini adalah mengampanyekan kepada masyarakat pentingnya mengurangi kebergantungan pada kendaraan bermotor. Di kawasan sepanjang 2 km itu, nantinya akan diselenggarakan kegiatan bersepeda dan jalan santai.

"Tujuannya mengajak masyarakat berpartisipasi dan merasakan pentingnya memiliki udara bersih," ujarnya. Kepala Suku Dinas BPLHD Jakarta Timur Jannen Napitupulu menambahkan, pemilihan jalur tersebut disebabkan Jalan Pramuka merupakan jalur terpadat di Jakarta Timur.

Kondisi udara di sepanjang jalur Pramuka mengandung 90?100 mikrogram per meter kubik total particulated suspended atau partikel debu.

"Dengan HBKB maka diharapkan ada penurunan sekira 30-60 persen," tuturnya. (sindo//srn)

o1 o2

Berita Lain

BERITA LAINNYA
o3 o4