NEW YORK - Setelah menunggu selama lebih dari enam bulan, Electronic Arts Inc (EA) kehabisan kesabaran. Penerbit game terbesar dunia itu membatalkan tawaran akuisisi terhadap Take-Two Interactive Software Inc.
Take-Two adalah pesaing EA dengan porsi persaingan yang sangat kecil. Namun, Take-Two tidak rela dibeli EA seharga USD2 miliar. EA mengumumkan niat untuk mengakuisisi Take-Two pada Februari. Akuisisi itu ditujukan untuk memperkuat posisi EA di pasar software game global. Take-Two segera menolak tawaran EA dengan alasan harga yang ditawarkan EA terlalu rendah.
Belakangan, EA dan Take-Two kembali berunding. Namun, Take-Two ternyata tidak kunjung menyerah dan EA pun tidak menaikkan harga penawaran. Akhirnya, EA pun menyerah dan membatalkan rencana akuisisi terhadap Take-Two. Kegagalan ini mirip dengan nasib Microsoft Corp, yang akhirnya batal mengakuisisi Yahoo Inc. EA tidak memberikan alasan jelas atas pembatalan rencana akuisisi ini. Namun, dari pernyataan EA, tersirat bahwa EA tidak lagi membutuhkan Take-Two untuk mempertahankan dominasi di pasar software game global.
"EA siap menembus rekor pada tahun ini. Kami meluncurkan 15 game baru.Termasuk game ?SPORE? dan ?Dead Space and Mirror?s Edge? yang telah memenangi penghargaan. Serta berbagai game hebat seperti ?Sims?,?Hasbro?, dan sejumlah game dari EA SPORTS," tutur Chief Executive Officer EA John Riccitiello. Take-Two mengaku lega melihat EA menghentikan upaya akuisisi tersebut. Take-Two mengungkapkan, lamaran EA sama sekali tidak mengganggu operasinya.
"Kami telah menyajikan produk-produk hebat kepada konsumen dan kami menuai buahnya berupa kinerja finansial yang sangat kuat.Kami memiliki masa depan cerah dan akan terus bertumbuh dinamis dalam industri ini," papar Chief Executive Officer Take-Two Ben Feder. Take-Two adalah produsen sejumlah game sensasional seperti 'Manhunt' dan 'Grand Theft Auto'.
Game keras itu terbukti sukses di pasar. Terutama 'Grand Theft Auto', yang penjualannya sudah melampaui 65 juta kopi.
(sindo//srn)