JAKARTA - Hasil Drive Test, yang dilakukan Rabu (23/9) lalu oleh para regulator dan operator, membuahkan kesimpulan masih minimnya kesadaran operator dalam menyediakan cadangan pasokan listrik pendukung infrastrukturnya.
"Secara keseluruhan jaringan yang tersedia cukup memadai untuk menyelenggarakan layanan telekomunikasi, baik voice maupun SMS. Namun begitu kami mengimbau para operator untuk tetap berjaga-jaga, dengan status high alert, karena bagaimanapun juga ujian 'real' nya akan terjadi pada hari H lebaran nanti," ujar Kepala Umum dan Humas Ditjen Postel Gatot S Dewabroto, yang juga ikut dalam rombongan drive test dengan rute Yogyakarta, dalam percakapan melalui telepon, di Jakarta, Sabtu (27/9/2008).
Dalam drive test tersebut, lanjut Gatot, ditemukenali bahwa beberapa operator masih memiliki kendala pada pasokan listrik, baik untuk BTS/RBS/Node-B, BSC dan MSC. Kebanyakan dari mereka dianggap kurang menyediakan cadangan pasokan listrik, khususnya untuk infrastruktur di wilayah rawan bencana.
"Meskipun bencana yang ditimbulkan tidak sampai merusakkan infrastruktur telekomunikasi namun sudah pasti akan mengganggu aliran listrik yang ada. Operator hingga saat ini sangat bergantung pada PLN, padahal seperti di wilayah Sumatera, yang pasokannya listriknya byar pet, akan berakibat fatal pada pelayanan. Oleh karena itu, sebaiknya operator mengadakan antisipasi cadangan jaringan listrik, contohnya penyediaan generator dan cadangan bahan bakarnya," papar Gatot.
Selain itu, lanjut Gatot, dengan tardisi mudik maka akan terjadi perubahan pola trafik originasi (pengiriman) dari kota besar ke kota kecil. Hal ini akan mengakibatkan konsentrasi trafik padat pun akan berpindah dari kota besar ke desa. Belum lagi, tingkat dan titik kemacetan sangat berpotensi membuat kualitas pelayanan terganggu, seperti di jalan tol Jakarta-Cikampek, Nagrek, Merak dan Indramayu.
Namun begitu, Gatot mengatakan bahwa hasil drive tes tersebut tidak akan menetapkan operator, sesuai dengan tingkat kesiapan jaringannya, dalam bentuk daftar.
"Kami tidak mengeluarkan daftar operator mana yang paling siap. Karena nantinya akan menjadi bumerang buat kami, nanti disangkanya kami mempromosikan operator tertentu," tandas Gatot.
Sebelumnya, regulator mengadakan langkah untuk menguji sinyal jaringan milik operator dengan tiga tujuan terpisah seperti Jakarta - Pelabuhan Merak, Jakarta - Cikampek - Cirebon dan Jakarta - Bandung - Nagrek - Garut.
Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menganggap langkah ini harus dilakukan terkait dengan kualitas layanan agar tidak memburuk dan dapat menyebabkan terganggunya kesinambungan industri telekomunikasi. Bahkan, pengecekan kesiapan jaringan milik operator ini harus dilakukan menjelang Lebaran. Berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, setiap Lebaran, trafik komunikasi selalu menunjukkan statistik yang meningkat.
(srn)