BEIJING - Pemerintah kota Beijing akan mengimplementasikan kebijakan baru lalu lintas untuk mengatasi polusi asap kendaraan dan masalah kemacetan transportasi.
Upaya itu merupakan kelanjutan dari keberhasilan pemerintah Beijing menekan tingkat polusi udara selama olimpiade Beijing dan Paralympics. Langkah tersebut akan diuji coba pada Rabu (1/10) mendatang, dengan melarang sekira 30 persen kendaraan milik pemerintah dari jalan raya Beijing.
Pada Oktober mendatang, seluruh kendaraan milik pemerintah dan masyarakat akan dilarang berjalan di jalan raya selama satu hari setiap minggu, yang didasarkan pada plat nomor kendaraan.
"Kebijakan itu, untuk mengurangi emisi kendaraan bermotor demi menciptakan kualitas udara yang baik dan mengurangi masalah kepadatan transportasi," tulis pemerintah Beijing dalam website resminya, seperti dilansir AFP, Senin (29/9/2008).
Sebelumnya, berdasarkan pengalaman penerapan kebijakan Olimpiade dan Paralympic yang berakhir 20 September, pemerintah Beijing berhasil mengurangi 3,3 juta kendaraan setiap harinya. Selain itu, pemerintah secara bertahap juga akan mengurangi kegiatan pembangunan dan menutup perusahaan yang dianggap parah mencemari udara. Pola penerapan kerja shift bagi industri juga sudah diterapkan pemerintah Beijing untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya.
Beijing merupakan kota dengan tingkat polusi udara nomor satu di dunia, yang paling mengkhawatirkan adalah tingkat kepemilikan kendaraan yang semakin tinggi, setidaknya, 1000 kendaraan terjual per hari.
(srn)