LOS ANGELES - Perkembangan teknologi tak selamanya bisa menyenangkan semua pihak. Enam studio film besar asal Hollywood menuntut pembuat program piranti lunak, RealNetworks yang memungkinkan penyalinan file secara digital dengan media Digital Versatile Disc atau lebih popular dengan istilah DVD.
Perkara tersebut diajukan ke pihak pengadilan oleh Paramount Pictures, Twentieth Century Fox, Universal Studios, Warner Brothers, Columbia Pictures, the Walt Disney Company dan Sony.
Keenam perusahaan film besar tersebut menuduh program RealDVD keluaran RealNetworks telah melanggar Digital Millennium Copyright Act 1998 karena dianggap sudah melangkahi mekanisme anti penyalinan yang sekarang malah dapat disalin dalam bentuk DVD.
Alasan utama kegusaran studio-studio film sukses tersebut adalah karena mereka menganggap piranti lunak tersebut dapat menjadi kanibal bagi penjualan kopi film dan menjadi senjata mematikan bagi bisnis perfilman karena nantinya orang-orang akan lebih condong untuk menyewa film dan mengopinya ke dalam DVD ketimbang membeli sendiri.
"Seharusnya RealDVD disebut sebagai StealDVD," geram executive vice president dan penasehat umum dari Motion Picture Association of America, Greg Goeckner seperti dikutip dari Earthtimes Minggu (5/10/2008).
"RealNetworks sebenarnya tahu bahwa produk keluaran mereka melanggar hukum dan bisa meruntuhkan kerjasama yang sudah terjalin baik antara pembuat film di Amerika dan komunitas teknologi," tambah Goeckner.
Dituduh sedemikian rupa, RealNetworks membela diri dengan mengatakan bahwa program mereka memang memungkinkan penggunanya untuk membuat salinan film, bahkan ketika bepergian jauh dengan media laptop. Namun mereka juga menegaskan bahwa RealDVD juga menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan pihak Hollywood sehingga file yang disalin tidak akan dengan mudah bisa disebarluaskan.
"Kami sangat kecewa bahwa industri perfilman ikut-ikutan seperti industri musik yang mencoba mematikan perkembangan terknologi, ketimbang turut serta dalam perubahan ini dengan menyediakan konsumennya nilai tambah dan fleksibilitas dalam setiap penjualan kopi film," balas juru bicara RealNetworks dalam pernyataan resminya. (mas)
(ahm)