KUALA LUMPUR - Negara-negara di kawasan Asia Tenggara akan menjajaki kerjasama telekomunikasi, dalam hal penurunan tarif roaming. Rencananya dalam satu setengah tahun mendatang, biaya percakapan telepon di antara negara anggota ASEAN dapat dipangkas hingga beberapa persen.
Rencana tersebut diungkapkan, Menteri Energi, Air, dan Komunikasi Malaysia, Shaziman Abu Mansor, Seperti dilansir AFP, Senin (5/10/2008).
"Kami pertama kali berencana untuk mengurangi biaya roaming dengan Singapura," kata Shaziman. Menurut Shaziman, negara yang tergabung dalam ASEAN juga telah menyepakati rencana tersebut sejak pertemuan di Bali, satu bulan silam. Proposal kerjasama Malaysia-Singapura telah disepakati oleh menteri Informasi, Komunikasi, dan Seni Singapura, Lee Boon Yang.
"Pengurangan tarif roaming, juga akan membantu mengurangi beban masyarakat Malaysia, di sini setidaknya 10 dari 100 rakyat Malaysia melakukan sambungan dengan Singapura setiap harinya," kata Shaziman.
Selain itu, Shaziman mengatakan Malaysia tidak menginginkan biaya Roaming yang sangat tinggi karena banyak warga negaranya yang bekerja di Singapura dan mungkin hanya berjarak beberapa kilometer dari tempat tinggalnya, seperti di Johor.
Tarif biaya percakapan antara Malaysia dengan Singapura dinilai masih membebani masyarakat. Operator ternama asal Malaysia, Maxis menetapkan tarif sebesar 1.50 ringgit atau sekira USD0,43 dollar per menit untuk sambungan dengan Malaysia. Sedangkan untuk kawasan Asia Tenggara Maxis menerapkan tarif tertinggi pada sambungan ke Kamboja, yakni sebesar USD9.00 dollar. Tarif tersebut, sangat jauh berbeda dengan tarif lokal yang hanya berkisar 30 sen per menit.
(srn)