(foto: ist)
EROPA - Microsoft baru-baru ini membuka pusat penelitian teranyarnya di belahan bumi Eropa antara lain di negara Perancis, Jerman, dan Inggris. Hal itu terkait dengan tujuan Microsoft untuk terus meningkatkan teknologi pencarian di internet sebagai langkah untuk menutup jurang pemisah antara Google, sekaligus menunjukkan keyakinan mereka dengan kondisi perekonomian Eropa.
Rencana ini dikemukakan oleh chief executive Microsoft Steven Ballmer pada sebuah konferensi. Ia mengatakan ketiga pusat penelitian tersebut akan menjadi pusat keunggulan Microsoft yang nantinya akan bermarkas di kota Paris, Munich, dan London, dengan memperkerjakan ratusan pegawai. Ballner sendiri menolak menyebutkan berapa jumlah dana yang sudah digelontorkan Microsoft untuk rencana ini. Bahkan Ballmer mengalihkan pertanyaan dengan mengatakan bahwa Microsoft sangatlah berani untuk mengambil langkah ini, disaat banyak perusahaan ragu-ragu untuk menghabiskan banyak dana di proyek-proyek baru.
"Berinvestasi pada saat-saat seperti ini memang sangatlah berat, namun dengan keyakinan perekonomian akan membaik, maka kami pun yakin teknologi bisa membawa ke masa depan yang lebih baik," papar Ballmer dalam keterangannya yang dikutip dari Big News Network, Selasa (7/10/2008).
Para pegawai yang akan dipekerjakan di pusat penelitian Microsoft ini akan difokuskan untuk mesin pencarian baru seperti pencarian dari ponsel serta pencarian berbentuk foto dan video. Investasi besar Microsot ini nantinya akan diikuti oleh penarikan pajak sesuai dengan kebijakan masing-masing negara sebagai langkah memperkuat sektor teknologi, yang sudah dibicarakan sebelumnya di rapat tingkat tinggi delapan tahun lalu di Lisbon.
Microsoft memang sudah sejak lama berusaha keras untuk terus meningkatkan kemampuan mereka menjadi pusat pencarian di dunia maya karena diprediksikan oleh sebuah perusahaan penelitian eMarketer, pembelanjaan dana di bidang pencarian internet bisa menghasilkan pendapatan total di seluruh dunia sebesar USD28,3 milyar atau sekitar 57 persen dari keseluruhan pendapatan iklan internet. Tak heran Microsoft makin getol untuk terjun ke bidang ini karena terkait pula dengan penolakan Yahoo untuk bergabung dengan mereka dan malah menerima tawaran perjanjian dengan Google.
Keputusan mendirikan pusat penelitian ini sebenarnya juga sudah dilakukan oleh Yahoo yang membuat markas di kota Grenoble, Perancis serta Google yang memilih kota Zurich di Swiss sebagai pusat penggerak teknologi mereka di bagian bumi Eropa.
Menurut informasi dari perusahaan survei ComScore, di wilayah Eropa Google meraih 80 persen ranah pencarian internet. Angka tersebut melewati prestasi mereka di Amerika Serikat yang hanya menguasai 60 persen. Sedangkan Microsoft masih tertinggal jauh di pasar pencarian Eropa karena banyaknya mesin pencari lokal yang berkuasa.
(srn)