Computer & IT


Indonesia Punya Pesona Edu Untuk Pendidikan

Jum'at, 21 November 2008 - 19:59 wib
text TEXT SIZE :  
Magfirah Ahdarini Sipahutar - Okezone
Marketing Director PT Pesona Edukasi, Harry S. Chandra, diapit pendukung Pesona Edu

JAKARTA - Dunia pendidikan Indonesia yang dinilai masih tertinggal jauh dengan negara-negara berkembang lainnya, dicoba dipatahkan oleh hadirnya Pesona Edu. Vendor software anak negri ini meluncurkan seri peranti lunak untuk belajar matematika dan fisika dengan cara yang menyenangkan.

"Produk ini tak lain adalah sebuah buku pelajaran, namun disajikan dengan bentuk software dalam animasi dan audio visual yang mebuat kegiatan belajar yang semula merupakan momok, menjadi menyenangkan," papar Marketing Director PT Pesona Edukasi, Harry S. Chandra, ketika ditemui di Hotel Aryaduta, Jumat (21/11/2008).

Sebenarnya kehadiran Pesona Edu bukanlah barang baru, karena kiprah penelitian dan pengembangan mereka sudah berjalan sejak 23 tahun lalu dan sudah melebarkan sayap ke 23 negara, antara lain Kanada, Ghana, serta Brunei Darussalam. Dengan mengusung semangat pembaharuan, Pesona Edu ingin 'dipulangkan' ke tempat asalnya dan mengembangkan sumber daya di nusantara. Karena itulah vendor lokal itu menggandeng partisipasi PT Microsoft Indonesia dan Telkom demi terwujudnya distribusi Pesona Edu yang lebih merata.

Setelah sebelumnya menempuh jalur distribusi melalui distributor per negara, kini Pesona Edu mencoba lewat jalur ritel dengan menetapkan target bisa menjangkau 165 sekolah dalam enam bulan ke depan dan mengikutkan dialog dengan orangtua. Peran orangtua dirasa sangat penting dalam perkembangan pendidikan di samping peran guru. Dinilah bentuk sumbangsih hadirnya Microsoft yaitu turut menyisipkan piranti lunak Pesona Edu, di samping Microsoft Encarta, pada program Family Education PC mereka. Sedangkan, porsi yang disiapkan untuk Telkom adalah mempersilahkan konten lokal tersebut bisa diakses secara online melalui layanan Speedy dengan biaya berbayar yang dibebankan ke tagihan bulanan Speedy.

"Selama ini trafik internet selalu mengarah ke lokal buatan luar seperti Facebook, Friendster, dan YouTube. Dengan adanya Pesona Edu seperti ini, trafik internet bisa diarahkan untuk mengakses konten lokal," terang Kepala Gugus Tugas Content and Application Telkom, Widi Nugroho.

Melihat keberhasilan Pesona Edu untuk merangkul banyak negara lebih tertarik dengan sajian yang mereka tawarkan, tak disangkal keuntungan ekspor yang diperoleh vendor ini sudah bisa dikatakan cukup besar. Diungkap Harry, selama ini mereka menjual 30 paket untuk setiap negara yang berminat. Dengan harga eceran yang dibandrol USD4400, keuntungan sekitar USD1,2 miliar bisa diraih per tahunnya.

"Kami tidak akan berhenti hanya di mata pelajaran matematika dan fisika. Namun kami fokus di bidang ini dulu agar bisa berkembang optimal," tukas Harry sekaligus menutup penjelasan.

(srn)

o1 o2

Berita Lain

o3 o4